BI: Salim Grup Belum Terdeteksi Membeli BCA

Bank Indonesia belum menemukan pemilik lama yang ikut dalam proses pembelian 51 persen saham milik pemerintah. Sembilan bidder BCA masih dalam proses due dillegence.

oleh Liputan6Diterbitkan 22 Desember 2001, 08:47 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Bank Indonesia masih melakukan due dilligence atau uji kelayakan terhadap sembilan bidder saham Bank Central Asia. Sejauh ini, BI belum menemukan indikasi pemilik lama yaitu Grup Salim berada di antara sembilan investor baru tersebut. Demikian diungkapkan Gubernur BI Syahril Sabirin di Jakarta, Jumat (21/12).

Syahril menjelaskan, BI perlu mengadakan uji kepantasan untuk menilai kemampuan dan kredibilitas para investor. Sebab, mereka akan menguasai sebanyak 51 persen saham milik pemerintah dalam BCA. Tetapi, Syahril mengaku kesulitan menyelidiki pemodal yang berdiri di balik para investment fund, termasuk pemilik lama [baca: Kelompok Salim Tak Bisa Membeli Saham BCA]. Karena itu, BI meminta bantuan dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional untuk mendeteksi kemungkinan Grup Salim berada di belakang sejumlah bidder.

Syahril menambahkan, sembilan investor strategis --dari semula 15 investor-- yang berminat membeli saham BCA itu telah ditetapkan BPPN, September silam. Kesembilan investor yang berasal dari dalam dan luar negeri itu adalah Malaysia Plantation Group dengan perwakilannya PT Andalan Artha Advinso, konsorsium Bank Mega dengan perwakilannya PT Bhakti Capital, konsorsium Bank Panin dengan perwakilannya Trimegah Sekuritas, dan konsorsium GKBI --Newbridge Refuund dan Saratogen-- dengan perwakilannnya GKBI Investment.

Selain itu masih ada Dynamic Choice dengan perwakilan Credit Agricole, Farallon Kapital, Foreign Bank, dan Indonesia Recovery Fund Limited dengan perwakilan IRCL. Terakhir, konsorsium Berca dengan perwakilannya JP Morgan Sekuritas [baca: BPPN Menetapkan Sembilan Investor Strategis BCA].(KEN/Arfan Yap Bano dan Bambang Triono)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya