Istri Meninggal, Steiner Rebut Emas di Olimpiade 2008

Mathias Steiner penuhi janji kepada istri yang meninggal sebelum tampil di Olimpiade 2008.

oleh Ahmad Fawwaz UsmanDiterbitkan 07 Agustus 2016, 06:30 WIB
Atlet angkat besi Jerman, Mathias Steiner punya kisah haru saat merebut medali emas Olimpiade 2008 di Beijing (Alchetron.com)

Liputan6.com, Jakarta - Istri kerap menjadi faktor yang menentukan kesuksesan seorang suami. Hal itu pula yang dialami atlet angkat besi Jerman, Mathias Steiner. Berkat janjinya kepada istri tercinta, ia pun meraih emas Olimpiade 2008 Beijing.
Sejatinya, Steiner adalah seorang atlet Austria pada 1998-2005. Ia pun mengikuti berbagai ajang bersama Austria, termasuk Kejuaraan Eropa, Kejuaraan Dunia, dan Olimpiade 2004 Athena.

Sepanjang 2002-2005, ia tampil sebagai empat kali juara Kejuaraan Nasional Austria di kelas 105 kg. Bahkan, ia adalah pemegang rekor angkat besi Austria di kelas -105 kg dan +105 kg. Sayang, pertengkaran dengan federasi membuat Steiner meninggalkan Austria pada 2005.

Lalu, ia menikah dengan Susann yang notabene berkewarganegaraan Jerman. Setelah itu, ia pun mengurus perpindahan kewarganegaraan dari Austria ke Jerman. Saat mengurus proses kepindahannya pada 2006-2007, pria yang kini berusia 33 tahun itu tak bisa tampil di ajang internasional.

Meski didera berbagai masalah, Susann terus memberikan motivasi kepada Steiner agar kembali berpartisipasi dalam kompetisi. Steiner pun berjanji kepada Susann untuk masuk dalam Olimpiade 2008.

Sayang, sebelum mampu menepati janjinya, Steiner mendapat kabar yang menyedihkan. Tepat pada Juli 2007, Steiner harus rela kehilangan Susann yang meninggal akibat kecelakaan. Kepergian Susann sempat membuat Steiner frustrasi.

"Fokus saya sudah dialihkan dalam persiapan menghadapi Olimpiade. Berbeda dengan istri saya yang tengah fokus pada kuliahnya. Masa depan sudah terbentang di hadapan kami. Lalu, semuanya buyar," kata Steiner.

Namun, ia kembali teringat dengan janji yang diucapkan kepada Susann. Ia pun membawa janji tersebut sebagai bekal untuk berkompetisi di Olimpiade 2008 pada kelas +105 kg.


Persaingan Sengit

Saat itu, Steiner mendapat persaingan keras dari Evgeny Chigishev (Rusia) dan Viktors Scerbatihs (Latvia). Pada angkatan pertama snatch, Steiner terlihat bermain lebih aman dengan berat 198 kg. Hingga angkatan kedua, ia kalah dominan dari Chigisev.

Bahkan, Steiner juga gagal pada kesempatan ketiga angkatan snatch. Ia pun hanya bisa mencetak total angkatan snatch 203 kg, kalah dari Chigisev (210 kg) dan Scerbatihs (206 kg). Jadi, satu-satunya kesempatan bagi Steiner tinggal angkatan clean & jerk.

"Sebelum masuk clean & jerk, saya masih terbebani dengan kesalahan pada angkatan snatch. Apalagi, saya juga gagal mengangkat beban 235 kg dalam sesi pemanasan. Anehnya, pelatih juga meminta saya mengangkat beban 246 kg pada angkatan pertama. Saya pun sempat protes kepadanya," jelas Steiner.

Ironisnya, Steiner kembali gagal pada kesempatan pertama. Ia tak kuat mengangkat beban 246 kg. Namun, tanda-tanda kebangkitannya mulai terlihat pada kesempatan kedua ketika ia sukses mengangkat beban 248 kg. Pada kesempatan ketiga, Steiner mencoba peruntungan dengan memilih beban 258 kg.

Hebatnya, ia sukses mengatasi beban tersebut. Dalam total beban angkatan snatch dan clean & jerk, poin 461 Steiner unggul satu angka atas Chigisev. Momen mengharukan pun terjadi ketika Steiner berteriak dan kemudian berpose dengan foto Susann di podium. Tangis Steiner juga pecah saat berpelukan dengan tim pelatih.

"Berdiri sendirian di podium tentu bukan hal yang saya inginkan. Sebab, keinginan saya adalah ditemani istri saya tercinta. Lewat foto ini, saya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa saya tak berdiri sendirian," kata Steiner.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya