Liputan6.com, Jakarta: Sosok Abdurrahman Wahid atau Gus Dur merupakan sosok yang penuh warna. Selain dikenal dengan sikapnya yang pluralis, ia juga kerap memunculkan kontroversi, baik melalui tindakan maupun ucapan.
Suatu hari dengan mengenakan celana pendek, Gus Dur keluar dari Istana untuk menyapa pendukungnya. Saat itu sedang marak desakan agar ia mundur sebagai presiden. Tindakan Gus Dur ini mungkin sesuai dengan sikapnya untuk mendesakralisasi istana, atau menjadikan istana sebagai istana rakyat.
Maka tak heran, di masa Gus Dur menjadi presiden, sejumlah orang dapat masuk ke Istana hanya dengan mengenakan sarung dan sandal. Berbagai batasan protokoler pun menjadi lebih longgar.
Kemudahan juga dirasakan para wartawan. Mereka dapat dengan mudah mendekati untuk bertanya langsung kepada sang presiden. Salat Jumat bersama Gus Dur merupakan momen yang selalu ditunggu para pemburu berita. Sebab biasanya usai salat, Gus Dur kerap mengeluarkan pernyataan-pernyataan 'nyeleneh'. Terutama untuk menangkis atau menyerang kalangan legislatif yang berseberangan secara politik.
Kontroversi memang kerap mewarnai jalan hidup Gus Dur. Cucu pendiri Nadhlatul Ulama yang gemar musik klasik ini, pernah pula menyarankan agar ucapan "Assalamualaikum" diganti dengan "Selamat Pagi". Demikian juga saat ia masuk yayasan Simon Perez di Israel.
Tindakan lain Gus Dur yang juga menghebohkan yaitu saat ia mengeluarkan Dekrit Presiden untuk membubarkan MPR. Sontak hal ini kemudian berujung pada lengsernya ulama itu sebagai presiden. Meski ucapan dan tindakannya sering menuai kecaman, masyarakat, terutama kalangan nahdliyin, begitu mencintainya.(TES/AYB)
Suatu hari dengan mengenakan celana pendek, Gus Dur keluar dari Istana untuk menyapa pendukungnya. Saat itu sedang marak desakan agar ia mundur sebagai presiden. Tindakan Gus Dur ini mungkin sesuai dengan sikapnya untuk mendesakralisasi istana, atau menjadikan istana sebagai istana rakyat.
Maka tak heran, di masa Gus Dur menjadi presiden, sejumlah orang dapat masuk ke Istana hanya dengan mengenakan sarung dan sandal. Berbagai batasan protokoler pun menjadi lebih longgar.
Kemudahan juga dirasakan para wartawan. Mereka dapat dengan mudah mendekati untuk bertanya langsung kepada sang presiden. Salat Jumat bersama Gus Dur merupakan momen yang selalu ditunggu para pemburu berita. Sebab biasanya usai salat, Gus Dur kerap mengeluarkan pernyataan-pernyataan 'nyeleneh'. Terutama untuk menangkis atau menyerang kalangan legislatif yang berseberangan secara politik.
Kontroversi memang kerap mewarnai jalan hidup Gus Dur. Cucu pendiri Nadhlatul Ulama yang gemar musik klasik ini, pernah pula menyarankan agar ucapan "Assalamualaikum" diganti dengan "Selamat Pagi". Demikian juga saat ia masuk yayasan Simon Perez di Israel.
Tindakan lain Gus Dur yang juga menghebohkan yaitu saat ia mengeluarkan Dekrit Presiden untuk membubarkan MPR. Sontak hal ini kemudian berujung pada lengsernya ulama itu sebagai presiden. Meski ucapan dan tindakannya sering menuai kecaman, masyarakat, terutama kalangan nahdliyin, begitu mencintainya.(TES/AYB)