Menyucikan Sukma dengan Grebeg Kendalisodo

Warga Kendalisodo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, berebut bagian dari gunungan makanan untuk mendapatkan berkah. Acara ini dipusatkan di sebuah mata air yang kerap dijadikan ritual pembersihan diri.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 Desember 2009, 05:57 WIB
Liputan6.com, Semarang: Bagi masyarakat Jawa, Muharam atau Suro memiliki makna istimewa. Pada masa ini banyak upacara adat dilaksanakan memperingati datangnya bulan Suro. Salah satunya adalah Grebeg Kendalisodo yang dilaksanakan warga Kendalisodo, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini.

Warga berebut mendapatkan bagian dari gunungan makanan. Mereka percaya bagian dari gunungan bisa menjadi berkah bagi yang mendapatkan. Dalam perayaan tradisi saban Muharam atau Suro ini, juga dimeriahkan dengan berbagai kesenian daerah.

Acara ini dipusatkan di sebuah mata air yang oleh warga setempat disebut Sendang Pancuran Manik. Di tempat ini kerap dilakukan berbagai ritual pembersihan diri. Upacara pembersihan diri ini terkait dengan kepercayaan masyarakat Jawa bahwa Muharam atau Suro adalah bulan tepat untuk mengkoreksi diri dan memebersihkan jiwa serta batin.

Upacara Grebeg Kendalisodo ini juga bertumpu pada mitos yang berkaitan dengan tokoh pewayangan Hanoman. Konon Hanoman pernah bertapa di sini. Karena itu desa ini disebut kendalisodo, sama dengan nama pertapaan Hanoman dalam kisah pewayangan.(ZAQ)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya