Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mendorong dilakukannya revolusi lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia, yang selama ini dicap sebagai markas baru bagi para penjahat yang tertangkap. Sebab, seseorang yang masuk penjara, maka akan semakin parah kejahatannya.
"Memang lapas itu di Indonesia butuh revolusi. Makanya di Indonesia ini kadang-kadang ada orang yang bilang hati-hati yang sudah masuk penjara, karena di dalam itu ancamannya untuk menjadi orang baik, kembali normal ke masyarakat ini berat sekali," kata Fahri di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/7/2016).
Advertisement
Fahri mencontohkan, hampir seluruh Lapas di Indonesia sudah mengalami overload atau kelebihan kapasitas. Dengan kondisi demikian, maka kecil kemungkinan orang akan menjadi lebih baik, karena merasa tidak nyaman, bahkan kerap terjadi keributan antarpenghuni lapas karena overload.
"Konsep pemasyarakatan itu bukan penjara. Konsepnya itu untuk menyediakan tempat yang baik untuk orang yang tenang bagi orang untuk merefleksi mengakui kesalahannya, lalu kembali ke masyarakat menjadi orang yang lebih baik. Begitu harusnya. Makanya di luar negeri itu kan namanya correction apartment atau tempat untuk mengoreksi apa yang pernah dilakukan di masa lalu," papar dia.
Jika tidak segera dilakukan revolusi, Fahri menambahkan, maka para narapidana yang menghuni lapas susah menjadi orang baik. Banyak kasus kejahatan yang dikendalikan dari dalam lapas, salah satunya narkoba. Padahal seharusnya menjadi penghuni lapas itu tujuannya agar tidak lagi melanggar hukum.
"Kalau ini kan tidak, kalau di lapas sini jadi kan tambah nakal, peredaran narkotika luar biasa, orang menyogok petugas lapas, itu kan sudah jadi begitu karena di tempat yang tidak normal," Fahri menandaskan.