Tak Ada Siswa Sekolah Dasar yang Tinggal Kelas di Jepang

Di Jepang, pendidikan sudah diperlakukan sembilan tahun, SD-SMP.

oleh Meiristica Nurul diperbarui 18 Jul 2016, 17:00 WIB
Kegiatan mengantar sekolah memang menjadi salah satu aktivitas rutin setiap orang tua. Ilustrasi: Corbis.com

Liputan6.com, Jakarta Beda negara, beda pula sistem pendidikan yang diterapkan. Kalau di Indonesia anak baru biasanya diplonco, meski baru tahun ini sudah ditiadakan. Kalau di Jepang tidak boleh ada acara plonco untuk siswa baru yang berlaku sudah sejak puluhan tahun silam.

Begitu pun dengan prestasi, Kebanyakan orangtua sangat mengharapkan anak-anaknya mencapai prestasi tinggi di segala bidang. Sayang, sistem ini kerap membuat anak justru tertekan. Bukan hanya tak bisa tersaing, tetapi juga malah tidak naik kelas.

Hal itu tidak berlaku di Jepang. Menurut seorang warga negara Indonesia yang sudah 20 tahun tinggal di Jepang, Andreas Hermawan, pendidikan di sana sudah berlaku sembilan tahun, SD-SMP. Anak-anak tidak bisa memilih sekolah sesukanya, tetapi telah ditetapkan oleh pemerintah per wilayah. "Makanya SD dan SMP boleh dibilang biaya sekolah gratis. Paling cuma bayar makan siang, dan keperluan olahraga saja," terang Andreas.

Bapak dua anak yang masih duduk di bangku kelas 6 dan 2 ini menambahkan tidak ada satu anak pun yang boleh tinggal kelas setiap tahunnya.

"Pelajarannya simpel, yang kelas 1 cuma bahasa, berhitung, olahraga, seni, dan seikatsu (kehidupan sehari-hari). Untuk pekerjaan rumah ada, hanya bahasa dan berhitung," lanjut Andreas.

Diakui Andreas Hermawan, pelajaran yang diterima anak-anak pun tak begitu sulit. Terpenting, anak-anak bisa mempelajarinya, dan ada laporan antara guru, dan orangtua.

"Betul, antara orangtua, guru, dan anak ada komunikasi melalui buku namanya RenrakuCho. Isinya laporan dari guru, juga dari orangtua, soal anak ini bagaimana. Semacam surat-suratan guru dan orangtua," tambahnya.

"Tapi kalau untuk pemberitahuan darurat, atau acara sekolah biasanya pakai mailing list. Ini tidak terlalu berlaku bagi anak SMA," tandasnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya