Tak Ada Udang, Kepiting pun Jadi

Budidaya kepiting menggunakan sistem keramba dalam tambak mulai diminati pengusaha tambak udang di Tegal, Jateng. Keuntungan bisa mencapai Rp 400 ribu untuk satu keramba.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Desember 2009, 05:41 WIB
Liputan6.com, Tegal: Peluang bisnis selalu ada jika kita mau berusaha. Di Tegal, Jawa Tengah, misalnya, budidaya kepiting menggunakan sistem keramba dalam tambak ternyata mebuahkan hasil. Puluhan pengusaha tambak udang yang mulai lesu, kini mulai beralih pada usaha kepiting keramba.

Dalam keramba yang terbuat dari bambu dengan berbagai ukuran, sekitar 10 hingga 15 kilogram kepiting dapat dikembangkan dalam jangka waktu yang cukup singkat. Jika perawatan baik dan pakan cukup, dalam 15 hari bobot kepiting bisa mencapai dua kali lipat dari bobot awalnya. Bibit kepiting sendiri biasanya didapat dengan cara memancing di pantai.

Harga jual kepiting di pasaran kini mencapai Rp 35 ribu setiap kilogramnya, sedangkan biaya untuk pakan kepiting tidaklah tinggi karena hanya menggunakan limbah ikan yang sudah busuk. Dalam jangka waktu 15 hari peternak kepiting keramba ini dapat memperoleh keuntungan hingga Rp 400 ribu untuk satu keramba.

Risiko beternak kepiting juga relatif kecil. Kepiting jarang terkena penyakit dan jika banjir datang kepiting tidak akan hanyut karena terlindung dalam keramba. Hal ini sangat berbeda dengan budidaya udang atau ikan bandeng yang kerap hanyut dibawa banjir.(ADO)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya