Liputan6.com, Gresik - Derby Jawa Timur tersaji di Torabika Soccer Championship Presented by IM3 Ooredoo pekan ke-10, Sabtu (16/7) saat Persegres Gresik United menjamu Madura United. Berdasar tren terakhir, MU yang dilatih Gomes de Oliveira memiliki kans untuk meraih hasil optimal.
Maklum saja, mereka tak terkalahkan dalam 6 laga terakhir di TSC 2016. Kekalahan telak 0-5 di kandang Sriwijaya menjadi noda terakhir bagi MU di TSC 2016. Setelah itu, Engelberd Sani dan kawan-kawan mengemas 4 kemenangan dan 2 seri.
Terakhir, di kandang sendiri, MU mampu mempecundangi tim kuat Mitra Kukar dengan skor 3-2. Sebelumnya, mereka menang 1-0 di kandang Bhayangkara Surabaya United. Selain itu, MU juga memiliki tradisi apik saat menghadapi Persegres GU. Dari tiga pertemuan sebelumnya, MU selalu meraih kemenangan, mencetak 9 gol, dan hanya kemasukan 3 gol. Ini jelas menjadi dasar kuat kenapa De Oliveira sangat yakin bisa menguasai Derby Jatim kali ini.
Dalam komentarnya, De Oliveira menyebut timnya datang ke Gresik untuk membuktikan bahwa MU pantas dihormati. Rentetan 6 laga di TSC tanpa kalah dan rekor selalu menang atas Persegres GU memang membuat De Oliveira dan pasukannya percaya diri.
Meski begitu, Persegres GU tak bisa dianggap remeh. Mereka termotivasi untuk menodai tradisi yang terjadi dalam pertemuan kontra MU. Tim asuhan Liestiadi tersebut berharap bisa memutus rantai kekalahan setiap berjumpa MU.
Menurut Liestiadi, rekor tak terkalahkan di kandang menjadi motivasi besar bagi Patrick Daniel cs untuk bisa meraih kemenangan atas MU. Seperti diketahui, belum pernah ada tim yang bisa menang di Gresik dan Persegres GU ingin mempertahankan catatan apik tersebut.
Seperti diketahui, dari 4 laga kandang yang sudah dilakoni, Persegres GU mampu menang 2 kali dan imbang 2 kali. Kemenangan didapat saat menjamu tim kuat yakni Persib Bandung dan Sriwijaya FC. Persib dikalahkan dengan skor 1-2, demikian pula dengan Sriwijaya yang dikalahkan dengan skor sama.
Patrick Daniel yang telah mencetak 4 gol tetap menjadi tumpuan dalam penyerangan. Dia ditinggalkan sendirian sebagai striker tunggal dan ditopang gelandang-gelandang agresif seperti Ghozali Muharam, Eduardo Maceil, dan Agus Indra. Pelatih Liestiadi memang sengaja menumpuk lima pemain di tengah untuk meredam lini tengah MU yang dikenal atraktif.
Apakah Persegres GU sanggup menodai tradisi kemenangan MU atas mereka? Atau justru tradisi tersebut terus langgeng? Laga ini pantang dilewatkan.
Advertisement