Kisah Duel Sengit El Clasico Persib Vs Persija di 3 Era

Persib vs Persija bakal digelar Sabtu di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

oleh Liputan6Diterbitkan 14 Juli 2016, 17:30 WIB
Persib vs Persija (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Duel antara Persib Bandung vs Persija Jakarta bakal terjadi pada Sabtu (16/7/2016) malam WIB. Laga panas pekan ke-10 Torabika Soccer Championship 2016 Presented by IM3 Ooredoo itu dihelat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.

Sejarah pertemuan kedua tim selalu menghadirkan banyak cerita menarik dari dalam dan luar lapangan. Kondisi itu berbanding lurus dengan kisah yang melatarbelakangi duel yang dijuluki El Clasico Indonesia ini. Salah satunya adalah perseteruan dua pendukung bertetangga antara Bobotoh (Persib) dan Jakmania (Persija).

Saking panasnya, tak jarang kedua kelompok suporter itu terlibat kericuhan hingga menimbulkan beberapa korban dari kedua belah pihak maupun keamanan.

Namun, Liputan6.com tak akan membahas soal perseteruan kedua kelompok yang telah menjurus ke hal negatif. Dalam tulisan ini akan dibahas berbagai momen terbaik laga Persib vs Persija yang dibagi kedalam tiga era sepak Bola Indonesia. Berikut rinciannya:


1

Yusuf Bachtiar, karier panjang di Persib. (Bola.com/Dokumentasi GO)

1. Era Perserikatan

Persib dan Persija merupakan salah satu klub sukses di era Perserikatan. Persib sukses merengkuh lima trofi di era Perserikatan. Sementara Persija mengoleksi sembilan trofi juara.

Namun uniknya kedua tim tak pernah bentrok di partai puncak era Perserikatan. Duel yang paling seru terjadi saat semifinal musim 1993/1994. Dalam laga yang digelar di Stadion Senayan (Stadion Gelora Bung Karno), Persija unggul cepat pada menit ke-4 melalui tendangan keras Maman Suryaman dari luar kotak pinalti.

Persib baru bisa menyamakan kedudukan 1-1 pada babak kedua lewat Yusuf Bachtiar. Hingga 90 menit berakhir skor tetap imbang 1-1 dan berlanjut ke adu penalti.

Robby Darwis yang menjadi algojo pertama Persib gagal memasukan bola setelah ditepis oleh kiper Persija, Zahlul Fadil. Sayang keunggulan ini tak bisa dimanfaatkan dengan baik oleh dua pemain Persija  Toni Tanamal dan Maman suryaman gagal mencetak gol.

Sedangkan semua penembak Persib yaitu Yudi Guntara, Asep Mulyana, Sutiono dan Yusuf Bachtiar mampu melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Persib pun melenggang ke final menantang PSM Makassar.


2

Bambang Pamungkas (Helmi Fithriansyah/Liputan6.com)

2. Era Divisi Utama Liga Indonesia

Banyak cerita yang tercipta pada duel klasik Persija dan Persib di era Ligina. Salah satunya adalah mencuatnya nama Bambang Pamungkas yang mencetak gol perdana di El Clasico pada musim 1999-2000.

Lanjut Baca:

Dalam laman resminya, Bepe (sapaan akrabnya) menceritakan pertandingan berjalan sangat keras dibuktikan dari banyaknya kartu kuning yg harus keluar dari kantong wasit untuk kedua tim. Kendati persaingan sangat panas, Bepe menceritakan para pemain Persija masih bisa menginap di dalam kota Bandung bahkan masih bisa jalan-jalan menikmati kuliner kota Kembang. Momen lain terjadi ketika Persib harus menerima kekalahan telak 0-3 dari Persija karena kondisi Stadion Lebak Bulus penuh dengan The Jakmania. Manajemen Persib memutuskan pulang kembali ke Bandung karena khawatir dengan keselamatan para pemain. Persib dinyatakan panitia pelaksana walk-out (WO)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya