Dodol Spesial Warga Gorontalo Saat Lebaran Ketupat

Tak hanya di Jawa, Lebaran Ketupat juga dirayakan di Gorontalo dengan menyajikan dodol spesial yang dibungkus daun khusus.

oleh Liputan6 diperbarui 11 Jul 2016, 10:31 WIB
(Ilustrasi dodol)

Liputan6.com, Gorontalo - Jelang perayaan Lebaran Ketupat, warga Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, mulai memproduksi dodol Jawa Tondano (jaton).

Hampir setiap rumah memasak dodol khas jaton yang nantinya akan dibagikan kepada tamu yang datang ke rumah warga setempat.

"Ini sudah menjadi tradisi kami, memasak dan membagikan dodol saat Lebaran Ketupat yang dirayakan seminggu setelah Idul Fitri," ucap Saleh, warga setempat seperti dilansir Antara, Minggu, 10 Juli 2016.

Dia menjelaskan, tiga hari sebelum perayaan Lebaran Ketupat, warga sekitar sudah mulai memproduksi dodol Jaton.

"Memasak dodol membutuhkan waktu yang cukup lama dan tenaga ekstra karena untuk memasak 10 kg dodol, dibutuhkan sembilan jam waktu memasaknya, dan harus terus diaduk agar campuran bahannya merata," kata Saleh.

Dodol Jaton terbuat dari tepung, kacang, santan kelapa, dan gula merah, dengan perbandingan jika ingin membuat 10 kilogram dodol, dibutuhkan 30 butir kelapa dan 15 kilogram gula merah.

"Untuk 10 kilogram dodol yang kami buat akan menjadi 225 bungkus dodol Jaton yang dibungkus menggunakan daun woka," tutur Saleh.

Sementara itu, Ido Masuli yang ditemui saat sedang membungkus makanan itu mengatakan, dodol yang dibungkus adalah yang telah didinginkan selama 12 jam usai dimasak.

"Proses pendinginan dodol jaton terbilang cukup lama, karena harus sudah benar-benar dingin baru bisa dibungkus dengan daun woka," kata Ido.

Ia menuturkan, daun woka yang digunakan sebagai pembungkus dibeli dari daerah pegunungan di Limboto Barat, Gorontalo.

"Harus orang yang sudah terampil jika ingin membungkus dodol dengan daun woka, karena jika belum terbiasa, daun woka akan cepat sobek sehingga dodol tidak terbungkus rapi," ucap Ido.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya