Cahaya Aurora Kembali Hiasi Planet Jupiter

Cahaya berwarna biru keungu-unguan terpendar dari dua kutub Planet Jupiter.

oleh Jeko I. R. diperbarui 02 Jul 2016, 09:00 WIB
Aurora di Planet Jupiter (Sumber: Mirror)

Liputan6.com, California - Setelah mengunggah foto perdana Planet Jupiter dari jarak terdekat, teleskop luar angkasa Hubble kembali menangkap wajah planet raksasa tersebut dalam sebuah rekaman timelapse.

Bedanya, rekaman timelapse yang dikontrol tim astronom Leicester University ini memperlihatkan bagian Jupiter yang kembali memendarkan cahaya aurora berwarna biru keungu-unguan yang terjadi di bagian kutub selatan dan utara planet.

Cahaya tersebut tampak lebih terang saat dilihat dengan filter ultraviolet.

Mengutip laman Mirror, Sabtu (2/7/2016), para astronom mengamati bahwa fenomena alam seperti badai sering terjadi di Jupiter.

"Ada sebuah gesekan konstan yang terjadi antara angin matahari dan magnetosfer yang terjadi di Jupiter," kata William Dunn, salah satu astronom yang mengamati cahaya tersebut.

"Kami tak yakin cahaya tersebut berasal dari badai yang terjadi pada kedua kutub. Akan tetapi, kami ingin memahami interaksi tersebut dan efek apa yang akan berdampak pada planet itu," lanjut pria yang juga tengah mengemban studi di laboratorium UCL Mullard Space Science ini.

"Dengan mempelajari bagaimana cahaya tersebut muncul, kami tentu bisa mengeksplor lebih banyak daerah yang dikontrol oleh medan magnetik Jupiter dan tentunya dipengaruhi oleh cahaya Matahari," Dunn menambahkan.

Foto dok. Liputan6.com

Ia menjelaskan, dengan mempelajari pola tersebut, para astronom bisa mengerti pentingnya menelaah objek magnetik yang terjadi di galaksi, mulai dari planet, exoplanet, hingga bintang-bintang.

Maret 2016 lalu, sebuah badai geomagnetik menyebabkan orang-orang yang tinggal di wilayah utara Bumi dapat melihat Aurora Borealis. Cahaya aurora ini juga diyakini terjadi akibat interaksi angin matahari dengan medan magnet dan atmosfer Bumi.

Apakah cahaya aurora yang muncul di Jupiter terjadi seperti yang ada di Bumi? Kepastian itu rupanya masih dicari.

(Jek/Cas)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya