Liputan6.com, Palu: Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah membantah keterlibatan jaringan Al-Qaeda dalam konflik bernuansa suku, ras, dan agama di Poso, Sulteng. "Hingga kini, Polda Sulteng belum menemukan fakta keterlibatan jaringan organisasi teroris intenasional itu di Poso," kata Kepala Polda Brigadir Jenderal Polisi Zainal Abidin Ishak kepada puluhan wartawan seusai buka puasa bersama di Palu, Sulteng, Kamis (13/12).
Selain itu, Zainal masih akan mengkaji laporan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono yang mengungkapkan BIN menemukan sejumlah camp latihan militer di Poso [baca: Hendropriyono: Konflik Poso Melibatkan Teroris Internasional]. "Pernyataan Pak Hendro, saya anggap sebagai sebuah informasi intelijen yang masih harus diuji kebenarannya," papar Zainal.
Pada kesempatan itu, Zainal juga membantah kabar yang mengatakan bahwa tak ada koordinasi intelijen antarinstansi teknis dalam mencermati konflik Poso. Menurut Zainal, tuduhan itu sama sekali tak benar dan tidak mendasar. Pasalnya, setiap akhir bulan berjalan kerap digelar rapat koordinasi seluruh instansi terkait di wilayah Sulteng untuk mencocokan sejumlah temuan di lapangan. "Jadi kemungkinan adanya perbedaan laporan sangat kecil," ujarnya.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)
Selain itu, Zainal masih akan mengkaji laporan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono yang mengungkapkan BIN menemukan sejumlah camp latihan militer di Poso [baca: Hendropriyono: Konflik Poso Melibatkan Teroris Internasional]. "Pernyataan Pak Hendro, saya anggap sebagai sebuah informasi intelijen yang masih harus diuji kebenarannya," papar Zainal.
Pada kesempatan itu, Zainal juga membantah kabar yang mengatakan bahwa tak ada koordinasi intelijen antarinstansi teknis dalam mencermati konflik Poso. Menurut Zainal, tuduhan itu sama sekali tak benar dan tidak mendasar. Pasalnya, setiap akhir bulan berjalan kerap digelar rapat koordinasi seluruh instansi terkait di wilayah Sulteng untuk mencocokan sejumlah temuan di lapangan. "Jadi kemungkinan adanya perbedaan laporan sangat kecil," ujarnya.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)