Bupati Ini Pasang Papan Tolak Parsel di Depan Rumah

Parsel sebaiknya diberikan ke anak yatim dan duafa.

oleh Liputan6 diperbarui 27 Jun 2016, 18:05 WIB
Pedagang menunggu pembeli parsel di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2016). Pemprov DKI Jakarta berencana menertibkan pedagang parcel di Cikini dengan alasan menganggu pejalan kaki yang melintas. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Batang - Bupati Batang, Jawa Tengah Yoyok Riyo Sudibyo memasang papan pengumuman penolakan pemberian parsel Lebaran dan hadiah di depan rumah dinasnya.

"Upaya yang saya lakukan ini bisa dicontoh oleh yang lain, termasuk di jajaran pemkab. Saya tahu kebijakan seperti ini bisa menimbulkan pro dan kontra," kata Yoyok di Batang, Jawa Tengah seperti dikutip dari Antara, Senin (27/6).

Menurut dia  parsel Lebaran dan hadiah lain sebaiknya diberikan kepada anak yatim piatu maupun orang yang tidak mampu agar mereka dapat menikmati Hari Raya.

"Di sekeliling kami masih banyak anak yatim piatu dan orang tidak mampu sehingga lebih baik sebagian rezeki diberikan pada mereka yang berhak," tutur dia.

"Kami justru akan memberikan sesuatu yang bisa membantu mereka pada Lebaran ini," sambung dia.

Yoyok mengatakan, pemimpin tidak harus dilayani. Tetapi sebaliknya harus memberikan pelayanan dan contoh yang baik pada masyarakat.

"Saya memang diminta bantuannya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan contoh yang baik, yaitu menolak pemberian parsel," ujar Yoyok.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya