Mengapa Tak Semua Gandum itu Sehat?

Banyak sekali manfaat yang dapat kita rasakan apabila mengonsumsi gandum.

oleh Gina MelaniDiterbitkan 13 Juni 2016, 21:00 WIB
Pilih roti yang 100 persen terbuat dari gandum. Sebab, roti gandum yang dicampur dengan tepung halus dapat meningkatkan kadar gula darah. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta Banyak sekali manfaat yang dapat kita rasakan apabila mengonsumsi gandum. Gandum dapat dikatakan sebagai pengganti karbohidrat karena mudah diperoleh. Namun, apakah gandum olahan yang beredar di pasaran masih memiliki kandungan nutrisi yang sama seperti gandum utuh?

Seperti dilansir dari Nytimes.com, gandum yang baik diolah dengan cara digiling dianggap sama dengan gandum utuh. Artinya, kandungan gizi yang terdapat pada gandum ini masih terpenuhi.

Namun, jika sudah menjadi olahan, seperti pada smoothie, yang dicampur oleh bakteri baik maka yang ada indeks glikemik dan kalorinya meningkat. Selain itu kandungan seratnya berkurang.

Untuk mendapat hasil gandum yang terbilang utuh diantaranya roti gandum, sereal gandum dan pasta gandum.

Meskipun demikian, rupanya hal ini masih dapat disangkal oleh professor gizi dan psikologi di Cornell University,
David A. Levitsky.

"Justru dengan diolah, kandungan nutrisi yang ada pada gandum menjadi lebih mudah diserap tubuh karena sudah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Maka dari itu, sebaiknya sebelum Anda membeli produk makanan yang mengandung gandum, pastikan terdapat tulisan "gandum utuh" di kemasannya," katanya.

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya