Liputan6.com, Jakarta - Laga kontra PS TNI akan menjadi momen terakhir Persija Jakarta beraksi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta. Karenanya, Macan Kemayoran siap tampil menghibur demi The Jakmania.
Berstatus sebagai tim Ibukota, Persija kembali menjadi tim musafir karena terusir dari SUGBK. Alhasil, Persija pun berulang kali tampil di luar Jakarta.
Baca Juga
- Giroud Warnai Jenggot Bila Prancis Juara
- Belum Dapat Pelatih, Timnas U-19 Sudah Punya Lawan di Piala AFF
- 7 Pelatih Asing Terdepak dari Persib, Dejan Menyusul?
Advertisement
Kini, situasi seperti itu harus kembali dihadapi Persija. Pasalnya, SUGBK yang sudah menjadi kandang mereka di dua laga Torabika Soccer Championship 2016 presented by IM3 Ooredoo akan direnovasi untuk persiapan menuju Asian Games 2018.
Karenanya, laga melawan PS TNI pada Jumat (10/6/2016) disebut-sebut sebagai partai terakhir Persija di SUGBK. Demi memuaskan The Jakmania, kelompok suporter Persija, pelatih Paulo Camargo pun minta anak asuhnya tampil menghibur.
"Ya, ini akan menjadi laga terakhir kami di SUGBK. Saya akan mempersiapkan pemain terbaik untuk memberikan kepuasan kepada The Jakmania yang datang. Ini adalah saatnya bagi kami untuk memberikan penampilan terbaik," kata Camargo, Selasa (7/6/2016).
Selain karena penampilan terakhir di SUGBK, Persija memang wajib meraih kemenangan demi mendongkrak posisi di klasemen. Saat ini Persija duduk di posisi kelima karena baru meraih delapan poin dari lima pertandingan.
Dalam dua pertandingan terakhir, Persija terpaksa paceklik kemenangan. Mereka ditahan Perseru Serui tanpa gol dan menyerah 0-1 saat melawat ke markas Barito Putera.
Kini, mereka akan menghadapi tim yang terjerembab di papan bawah klasemen. Ya, PS TNI sama sekali belum meraih kemenangan di lima laga. Mereka hanya sanggup tiga kali bermain imbang dan dua kali terkapar.
Mengenai hal itu, Camargo tetap enggan meremehkan kekuatan PS TNI. Ia yakin PS TNI adalah tim yang dihuni pemain-pemain bagus. Salah satu pemain PS TNI yang dikenal Camargo adalah Pandi Lestaluhu.
"PS TNI memiliki pemain-pemain yang bagus. Ada juga satu pemain mereka yang sempat saya latih di sini, yakni Pandi. Saya yakin ia sudah tampil lebih baik saat ini. Kami harus mewaspadainya. Begitu pula dengan Maman Abdul Rahman dan Willian Pachecho agar menyoroti pergerakannya," tegas Camargo.