Segmen 2: Jam Matahari, Memaknai Waktu dalam Tradisi Islam

Penanda waktu salat dan puasa yang dibuat Ibnu Al-Shatir, ahli astronomi muslim di abab-14 adalah jam matahari atau jam istiwak.

oleh Liputan6Diterbitkan 06 Juni 2016, 12:59 WIB
Penanda waktu salat dan puasa yang dibuat Ibnu Al-Shatir, ahli astronomi muslim di abab-14 adalah jam matahari atau jam istiwak.

Liputan6.com, Trenggalek - Dalam ritual ibadah seperti puasa dan salat, waktu memiliki makna penting dalam Islam. Di masa lalu, para ilmuan telah menemukan berbagai teknologi penanda waktu yang kemudian menjadi sumbangan bagi peradaban modern. Di antaranya adalah jam matahari atau jam istiwak.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya