5 Laga Terbaik dalam Sejarah Piala Eropa

Pertarungan antara Prancis dan Portugal di semifinal 1984 disebut sebagai yang terbaik.

oleh Ahmad Fawwaz UsmanDiterbitkan 04 Juni 2016, 06:30 WIB
Maskot Piala Eropa 2016 (REUTERS/Eric Gaillard)

Liputan6.com, Paris - Ajang Piala Eropa selalu menghadirkan pertarungan-pertarungan menarik. Maklum, ini adalah turnamen yang mempertaruhkan gengsi bagi masing-masing tim.

Sejumlah momen dan pertandingan malah tak bisa dilupakan hingga kini. Publik tentu sudah menanti-nanti perhelatan Piala Eropa 2016 di Prancis yang berpeluang melahirkan laga terbaik berikutnya.

Maklum, ini adalah kali pertama Piala Eropa mengikutsertakan 24 tim. Oleh karena itu, banyak yang menunggu tim mana yang muncul sebagai juara pertama dalam format tersebut.

Baca Juga

  • Alasan Indra Sjafri Mundur dari Bursa Pelatih Timnas
  • Kemenpora Minta Tim Rio Haryanto Perpanjang Tenggat Pembayaran
  • Indonesia Open: 2 Tahun Tanpa Gelar, Alan Ingin Indonesia Bangkit

Spanyol sebagai juara Piala Eropa 2008 dan 2012 tentu akan difavoritkan. Namun, jangan lupakan kans tuan rumah Prancis dan ancaman yang dibawa Jerman selaku juara Piala Dunia 2014. Sebelum itu, ada baiknya menyimak beberapa momen yang dianggap sebagai laga terbaik dalam sejarah Piala Eropa:


1. Republik Ceko 3-2 Belanda (Fase Grup 2004)

Republik Ceko dan Belanda saat bertemu di fase grup Piala Eropa 2004. (JOE KLAMAR / AFP)

1. Republik Ceko 3-2 Belanda (Fase Grup 2004)

Belanda dan Republik Ceko sebenarnya bukan musuh bebuyutan. Namun, mereka sempat berulang kali bertemu dalam kurun waktu 1994-2005. Salah satu pertemuan paling menarik tercipta pada fase grup Piala Eropa 2004.

Kala itu, Belanda yang dilatih Dick Advocaat sempat unggul dua gol hanya dalam waktu 19 menit. Gol pertama dilesakkan Wilfred Bouma di menit 4. Lalu, Ruud van Nistelrooy menambah penderitaan Rep Ceko dengan gol di menit 19.

Rep Ceko memang sempat memberikan perlawanan. Mereka memperkecil ketertinggalan lewat aksi Jan Koller di menit 23. Keunggulan 2-1 Belanda bertahan hingga menit 70. Di luar dugaan, Milan Baros sukses menyamakan skor.

Belanda berbalik menjadi tim yang tertekan. Terlebih, mereka juga harus kehilangan 10 pemain akibat kartu kuning kedua Johnny Heitinga di menit 75. Rep Ceko yang dilatih Karel Bruckner akhirnya mampu mendapatkan gol kemenangan lewat Vladimir Smicer di menit 88.


2. Rusia 3-3 Republik Ceko (Fase Grup 1996)

Pertemuan antara Rusia dan Republik Ceko di fase grup Piala Eropa 1996. (ANJA NIEDRINGHAUS / AFP)

2. Rusia 3-3 Republik Ceko (Fase Grup 1996)

Piala Eropa 1996 mungkin menjadi penampilan terbaik sepanjang sejarah sepak bola Rep Ceko. Pasalnya, Rep Ceko yang kala itu dibesut Duan Uhrin itu mampu melaju hingga final. Sebelum itu, mereka sempat memperlihatkan aksi menawan kala bertemu Rusia di fase grup.

Laga yang dihelat di Anfield itu berakhir 3-3. Hebatnya, kedua tim memperlihatkan momen kejar-kejaran gol. Rep Ceko unggul 2-0 lebih dulu berkat aksi Jan Suchoparek di menit 5 dan Pavel Kuka di menit 19.

Sialnya, gawang Rep Ceko kawalan Petr Kouba dijebol Rusia hingga tiga kali. Tiga gol Rusia dicetak Aleksandr Mostovoy di menit 49, Omari Tetradze (54), dan Vladimir Beschatnikh (85). Publik pun berpikir Rusia yang akan tampil sebagai pemenang.

Hebatnya, Rep Ceko sanggup memperlihatkan mental baja mereka. Di menit 88, mereka menciptakan gol penyeimbang lewat Vladimir Smicer. Sayang, Rep Ceko gagal merebut gelar juara karena kalah 1-2 dari Jerman di final. Saat itu, babak tambahan masih mengadopsi sistem Golden Goal.

Lanjut Baca:

3. Prancis 4-5 Yugoslavia (Semifinal 1960)Ajang perdana Piala Eropa ini langsung menyuguhkan pertarungan menarik. Saat itu, Prancis yang mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah. Sayang, mereka gagal memaksimalkan kesempatan itu untuk merebut gelar juara.Langkah Prancis terhenti di semifinal saat bertemu Yugoslavia. Saat itu, duel selama 90 menit dihiasi dengan terciptanya sembilan gol. Yugoslavia tampil sebagai pemenang dengan skor 5-4.Di awal, Prancis yang diprediksi bakal memenangi permainan. Mereka sempat unggul empat dua atas Yugoslavia setelah gol Jean Vincent di menit 12, Francois Heutte (43, 63), dan Maryan Wisnieski (53) hanya dibalas Milan Galic (11) dan Ante Zanetic (55).Ternyata, tertinggal 2-4 tak menyurutkan ketangguhan mental Yugoslavia. Secara mengejutkan, mereka mampu membalikkan keadaan hanya dalam waktu empat menit. Mereka menang 5-4 berkat aksi Tomislav Knez di menit 75 dan Draan Jerkovic (78, 79)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya