Liputan6.com, Jakarta - Fenomena menarik terjadi di Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo yang telah menyelesaikan pekan ke-5. Kompetisi ini menjadi ajang bagi kiper unjuk gigi.
Faktanya mereka sanggup bermain luar biasa dan memiliki kontribusi besar bagi pencapaian apik klubnya. Siapa saja mereka? Berikut ulasannya.
Baca Juga
- Panaskan Mesin, Spanyol Hajar Korea Selatan di Partai Uji Coba
- Mourinho Desak MU Datangkan Petinggi Sevilla
- Aksi Nekat Striker Meksiko Lumpuhkan Penculik
Advertisement
Salah nama yang mencuri perhatian adalah, kiper milik Mitra Kukar, Shahar Ginanjar. Kehilangan waktu bermain di Persib, Shahar justru tampil cemerlang bersama Naga Mekes. Lantas siapa lagi kiper yang tampil cemerlang digelaran ini? Berikut ulasannya
Teja Paku Alam
Teja Paku Alam (Sriwijaya FC)
Baru berusia 22 tahun, kiper Sriwijaya FC ini mampu tampil gemilang. Dari lima laga awal dia selalu diturunkan oleh pelatih Widodo C Putro.
Sejauh ini gawangnya baru kemasukan satu gol. Teja merupakan kiper asli Painan, Sumatera Barat.
Dia mengawali karier junior di Deportivo Indonesia. Sejak 2012 dia dipinang Sriwijaya dan masuk ke skuat U-21. Tak lama berselang, dia sudah menjadi andalan tim senior.
Shahar Ginanjar
Shahar Ginanjar (Mitra Kukar)
Sempat memperkuat Persib Bandung, Shahar justru menunjukkan kebintangannya bersama Mitra Kukar.
Dia berperan besar membawa Naga Mekes menjuarai turnamen Piala Jenderal Sudirman. Dia tetap tampil konsisten.
Gawangnya baru kebobolan 3 gol dari lima laga. Pada pekan ke-5, Shahar terpilih menjadi pemain paling gemilang dengan penyelamatannya gemilang ketika menghadapi Sriwijaya FC.
Alfonsius Kelvan
Alfonsius Kelvan (Persiba Balikpapan)
Setelah memperkuat Pelita Bandung Raya, Kelvan kini menjadi andalan Persiba Balikpapan. Sebelumnya dia pernah memperkuat Persepam Madura United.
Alfonsius memiliki refleks yang cekatan. Dia telah diturunkan 4 kali dan baru kebobolan 4 gol.
Meski rasio kebobolan 1 gol per partai, dia banyak melakukan penyelamatan lantaran gawangnya kerap mendapat tembakan lawan.
Sukasto Effendi
Sukasto Efendi (Perseru Serui)
Termasuk kiper senior lantaran umurnya sudah 35 tahun. Tapi, kemampuannya masih prima. Dia telah ditampilkan 4 kali dan baru kebobolan 2 gol.
Sebelum memperkuat Kuda Laut Oranye--julukan Perseru Serui--Sukasto Effendi memperkuat Persema Malang di ajang Indonesia Premier League (IPL).
Meski masih ada Choirun Nasirin yang lebih muda, tapi pelatih Perseru, Agus Setyono lebih memilih Sukasto sebagai penjaga gawang utama.
Yoo Jae-hoon
Yoo Jae-Hoon (Persipura Jayapura)
Tempat terbaik bagi Yoo Jae-Hoon sepertinya memang di Persipura. Sempat membela Bali United pada 2015, dia akhirnya kembali berkostum Mutiara Hitam.
Di ajang ini, dia selalu menjadi pilihan utama pelatih Jafri Sastra dan hingga saat ini baru kemasukan 3 gol. Sebelumnya dia berkostum Persipura pada 2010-2014.
Nama kiper veteran itu di kancah ISL sudah terlihat ketika berhasil mengantarkan Persipura juara pada 2010-11 dan 2013. (Penulis: Indra Eka Setiawan)