Jokowi Napak Tilas ke Sel Bung Karno Ditahan di Penjara Banceuy

Jokowi sempat melihat ruangan seluas 2,5 x 1,5 meter yang dulu digunakan Belanda untuk memenjarakan Bung Karno.

oleh Nafiysul Qodar diperbarui 01 Jun 2016, 14:12 WIB
Presiden Jokowi melambaikan tangan saat berjalan kaki menuju situs penjara Banceuy, Bandung, Rabu (1/6). Jokowi napak tilas ke penjara yang pernah jadi tempat penahanan Bung Karno itu. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Bandung - Puncak rangkaian acara Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 atau Hari Lahir Pancasila ditutup dengan napak tilas ke Penjara Banceuy. Penjara yang menjadi tempat pesakitan Bung Karno pada 1929 itu berada Jalan Banceuy, tak jauh dari Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat.

Usai berpidato di Gedung Merdeka, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi beserta seluruh Pimpinan MPR, Ketua lembaga-lembaga negara, beberapa menteri Kabinet Kerja, Presiden ke 5 RI Megawati Soekarnoputri berjalan kaki menuju Penjara Banceuy.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com di lokasi, Rabu (1/6/2016), Jokowi bersama sejumlah pejabat negara itu berjalan kaki sejauh sekitar 500 meter dengan diiringi atraksi drum band. Ribuan warga Bandung memadati sepanjang jalan yang dilalui Jokowi dan rombongan.

Mereka tumpah ruah di sisi kiri dan kanan jalan sambil melambaikan tangan menyapa Jokowi dan Iriana. Hampir semua orang mengeluarkan ponselnya dan berusaha mengabadikan orang nomor 1 RI itu mendatangi daerah mereka.

Sesampainya di Penjara Banceuy, Jokowi bersama pimpinan MPR dan pejabat negara lainnya diberikan penjelasan tentang situs bersejarah itu.‎ Jokowi sempat melihat ruangan seluas 2,5 x 1,5 meter yang dulu digunakan Belanda untuk memenjarakan Bung Karno.

Penjara Banceuy merupakan sel tahanan bersejarah yang dibangun Belanda pada 1877. Pada tanggal 29 Desember 1929, Bung Karno bersama rekan seperjuangannya Maskoen, Soepriadinata, dan Gatot Mangkoepraja ditangkap Belanda di Yogyakarta dan dijebloskan ke Penjara Banceuy, Bandung selama 8 bulan.

Di penjara inilah Bung Karno menyusun pleidoi yang sangat terkenal, yang diberi judul Indonesia Menggugat.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya