Kata Jubir Presiden Soal Saling Klaim Pembebasan 10 WNI

Juru Bicara Presiden Johan Budi membenarkan upaya diplomasi pembebasan melibatkan pihak non pemerintah.

oleh Silvanus AlvinDiterbitkan 02 Mei 2016, 19:42 WIB
Johan Budi (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Pasca-bebasnya 10 WNI dari kelompok Abu Sayyaf, ada dua kelompok yang mengklaim berjasa. Mereka adalah tim kemanusiaan yang dipimpin Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zen.

Terkait saling klaim itu, Juru Bicara Presiden Johan Budi membenarkan upaya diplomasi pembebasan melibatkan pihak non pemerintah.

"Bahwa ada pihak informal, saya kira itu perlu diapresiasi juga, tapi leader pembebasan itu tetap pemerintah," kata Johan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/5/2016).

Baca Juga

  • Selama Disandera Abu Sayyaf, WNI Kerap Telat Makan dan Gatal
  • ABK WNI Pastikan Penyandera Mereka Abu Sayyaf
  • Alvian, Korban Penyanderaan Abu Sayyaf, Akhirnya Pulang ke Rumah


Menurut Johan, tidak bisa pihak informal sukses membebaskan sandera tanpa bantuan pemerintah Indonesia. Sebab, lokasi penyanderaan di wilayah Filipina dan dibutuhkan koordinasi goverment to goverment atau G to G.

"Penyelamatan sandera di lead pemerintah Indonesia melalui jalur diplomasi, tanpa itu tidak mungkin bisa pihak informal masuk Filipina," tegas mantan Jubir KPK itu.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya