Jokowi: Kita Masih Kerja Keras Bebaskan 4 ABK WNI Lainnya

Presiden mengatakan isu lain yang tak kalah penting adalah keamanan di perairan perbatasan dan wilayah sekitarnya.

oleh RinaldoDiterbitkan 01 Mei 2016, 19:14 WIB
Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) setujui hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo menyambut baik pembebasan 10 anak buah kapal WNI yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina. Namun begitu, dia mengatakan pemerintah masih bekerja keras untuk membebaskan sandera lainnya.

"Saat ini kita masih terus bekerja keras untuk pembebasan 4 ABK WNI lainnya," ujar Jokowi dalam keterangan pers di Istana Bogor, Jawa Barat, Minggu (1/5/2016).

Selain itu, Presiden mengatakan isu lain yang tak kalah penting adalah keamanan di perairan perbatasan dan wilayah sekitarnya yang menyangkut wilayah teritorial laut negara bertetangga.

"Oleh karena itu akan didakan pertemuan pada tanggal 5 Mei antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina," jelas Jokowi.

Baca Juga

  • Jokowi: 10 WNI Sandera Abu Sayyaf Tiba di Tanah Air Malam Ini
  • Dibebaskan Abu Sayyaf, Keluarga Sandera di Klaten Sujud Syukur
  • Laporkan Pembebasan 10 WNI Sandera Abu Sayyaf, Menlu Temui Jokowi

Yang akan hadir dalam pertemuan itu menurut Presiden adalah Menteri Luar Negeri dan panglima angkatan bersenjata dari ketiga negara.

Khusus buat pemerintah Filipina, Presiden mengucapkan terima kasih karena telah ikut membantu pembebasan 10 WNI yang saat ini tengah dalam perjalanan menuju Tanah Air.

"Ucapan terima kasih terutama juga saya sampaikan pada pemerintah Filipina. Tanpa kerja sama yang baik, tentu pembebasan ini tak akan terlaksana," ujar Jokowi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya