Liputan6.com, Jakarta Menjaga konsistensi adalah tugas utama seorang pesepak bola. Tak semua pemain yang bisa melakukannya. Meski tampil impresif di musim lalu, tak ada jaminan pemain itu bakal kembali hebat di musim selanjutnya.
Karenanya, semua klub selalu mengingatkan kepada para pemainnya bahwa betapa pentingnya menjaga konsistensi. Apalagi, jika pesepak bola tersebut berstatus sebagai pemain yang diandalkan.
Baca Juga
- Semifinal Piala FA, Van Gaal Andalkan Rashford
- Jelang MotoGP Jerez, Rossi Ogah Gunakan Sayap
- Aktris Cantik Indonesia Ini Fan Rio Haryanto
Advertisement
Jika tak mampu menjaga konsistensinya, tak jarang klub akan ikut mendapatkan dampak buruknya. Tengok saja apa yang dialami Chelsea, Everton, dan Wolfsburg.
Beberapa pemain andalan mereka tak mampu tampil dalam performa terbaiknya. Seperti dilansir Sportskeeda.com, inilah 5 pemain dengan performa paling menurun di musim ini:
1. Eden Hazard (Chelsea)
Bagi Hazard, 2015/2016 mungkin menjadi musim terburuk dalam kariernya. Padahal, Hazard begitu diandalkan Chelsea sejak digaet dari Lille di musim panas 2012 dengan mahar 40 juta euro.
Ia pun menjadi aktor utama kesuksesan The Blues menjuarai Liga Inggris 2014/2015. Kontribusinya berupa 19 gol dan 13 assist dari 52 pertandingan. Berkat sumbangsihnya, Hazard pun dianugerahi gelar Pemain Terbaik Liga Inggris dan Pemain Terbaik Chelsea musim itu.
Lucunya, kinerja Hazard di musim ini justru seperti pemain yang baru meniti kariernya di Eropa. Hanya dua gol dan 8 assist yang bisa diciptakan Hazard dari 38 permainan. Bahkan, Hazard belum mencetak satu gol pun di Liga Inggris.
Performa buruknya menjadi salah satu penyebab keterpurukan Chelsea di musim ini. Hingga menjelang musim berakhir, The Blues masih tertahan di posisi ke-10 klasemen.
2. Arda Turan (Barcelona)
Meninggalkan Atletico Madrid demi hijrah ke Barca tampaknya akan menjadi keputusan yang disesali Turan. Padahal, tim asuhan Luis Enrique itu sudah merogoh kocek hingga 30 juta euro untuk memboyong Turan.
Ketika masih berkostum Atletico, Turan menjadi pemain yang sangat diandalkan. Bahkan, bisa dibilang pemain asal Turki itu adalah poros permainan Los Rojiblancos.
Kontribusinya pun membawa Atletico meraih gelar Liga Spanyol, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Europa League, dan Piala Super Eropa. Setelah hijrah ke Barca, Turan malah menjadi pemain yang kerap menghiasi bangku cadangan.
Dari semua kompetisi musim ini, pemain kelahiran 30 Januari 1987 itu baru dimainkan dalam 21 pertandingan. Ia kalah saing dari Andres Iniesta, Sergio Busquets, Ivan Rakitic, hingga pemain muda Barca, Sergi Roberto.