Pertamina Akui Keandalan Memproduksi BBM Masih Rendah

Kilang milik Pertamina hanya mampu kelola 850 ribu barel minyak mentah per hari (bph), sementara kebutuhan mencapai 1,5 juta bph.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 19 April 2016, 19:00 WIB
Petugas lapangan memantau Area Tanki LPG (Spherical Tank) di kawasan kilang RU V Balikpapan, Kalimantan, Kamis (14/05). Kilang RU V merupakan kilang pengolahan minyak Pertamina terbesar ke-2 di Indonesia. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Liputan6.com, Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengakui fasilitas pengolahan minyak mentah (kilang) yang dimilikinya belum andal dalam memproduksi bahan bakar minyak (BBM).

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan, kilang milik Pertamina hanya mampu mengelola 850 ribu barel minyak mentah per hari (bph). Sementara kebutuhan BBM di Indonesia mencapai 1,5 juta bph. Karena itu, 47 persen kebutuhan masih harus didatangkan dari luar negeri.

Kondisi Indonesia berbeda jika dibandingkan dengan Singapura yang memiliki kapasitas kilang lebih besar dari kebutuhan.

"Sedangkan tetangga kita Singapura dengan demand‎ 148 ribu, mereka memiliki kapasitas kilangnya 1,3 juta bph," kata Dwi, saat rapat dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Jakarta,‎ Selasa (19/4/2016).

Baca Juga

  • Tak Ingin Bergantung pada Minyak, Arab Siapkan Rp 26 Ribu Triliun
  • 25 Negara dengan Harga Bensin Termurah, Indonesia Urutan Berapa?
  • Harga BBM Murah, Industri Diminta Tingkatkan Produksi


Dwi menuturkan, dari sisi kompleksitas, kilang (Refainary Unit/RU) milik Pertamin‎a juga masih rendah, rata-rata hanya sekitar 4,9. RU tersebut di antaranya RU Plaju 3, RU Cilacap 3,1, RU Balikpapan 3,7, RU Dumai 6,6, dan RU Balongan 10.

Jika dibandingkan dengan kompleksitas kilang negara tetangga, kilang milik Pertamina masih jauh tertinggal. Seperti Singapura sebesar 4,8; Thailand sebesar 6; dan Asia sebesar 5,8.

"Kompleksitas kilang nasional relatif rendah dibandingkan dengan kilang yang berada di kawasan Asia dan global,‎" tutur Dwi.

Namun Dwi memastikan, Pertamina tidak tinggal diam menerima kenyataan tersebut. Perusahaan energi pelat merah tersebut sudah memiliki program untuk meningkatkan keandalan kilang. Program tersebut adalah Refining Development Master Plan (RDMP), RFCC (Residual Fluid Catalytic Cracking) dan PLBC (Proyek Langit Biru Cilacap).

‎"Pertamina RDMP akan dilaksanakan di 4 atau 5 kilang besar, yaitu Dumai, Plaju, Cilacap, Balongan, dan Balikpapan," Dwi membeberkan. (Pew/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya