Liputan6.com, Jakarta - Banyak kendala yang dihadapi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam membangun bisnisnya. Terlebih, di tengah persaingan bisnis yang saat ini kian ketat.
Salah satunya adalah dari segi manajemen logistik dan manajemen rantai pasokan, termasuk fasiltas gudang dan ruang untuk kebutuhan meletakkan inventaris.
Kesulitan tersebut dimulai dari sedikitnya sewa gudang jangka pendek, luasan kecil, hingga biaya yang tidak sesuai kemampuan kantong para pelaku UMKM.
Padahal, mereka adalah mayoritas dari unit usaha dagang dan industri nasional yang sering menjadi penyelamat saat ekonomi melambat.
Baca Juga
- Pajak Cuma-cuma Tak Cocok untuk Bisnis Digital
- Facebook Rancang Kamera 360 Derajat senilai Rp 394 Juta
- Buka Konferensi F8 Facebook, Mark Zuckerberg Sindir Donald Trump
Advertisement
Kyatmaja Lookman, Presiden Direktur PT Lookman Djaja, yang turut merasakan permasalahan tersebut, akhirnya membentuk platform GudangBang yang mampu menjawab kebutuhan dan memberikan solusi terhadap masalah yang dialami para pemilik gudang sekaligus UKM, IKM, dan masyarakat yang membutuhkan gudang.
GudangBang kemudian dibentuk bersama-sama dengan tim yang terdiri dari Andika Priyandana, Ranggi Pangidoan, Muhammad Pratama, dan Harry Ramananda. Demikian menurut keterangan resmi yang kami terima, Rabu (13/4/2016).
Sebagai tahap awal, sebanyak 35 tempat penyimpanan dengan ukuran gudang yang sesuai dengan kebutuhan UMKM telah tersedia di kantor PT Lookman Djaja, Ancol.
Ukuran gudang yang tersedia antara lain 1.2m x 3m x 2.4m dan 1.2m x 5m x 2.4m dengan harga sewa gudang mulai dari Rp 900.000/bulan.
Hal yang menarik adalah per satu gudang disewa dapat digunakan bersama hingga lima orang. Sedangkan fasilitas pelengkap untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para penyewa antara lain CCTV dan WiFi.
Untuk tahap lanjutan, GudangBang akan mengekspansi bisnisnya ke kota-kota besar dan simpul logistik di Sumatra hingga Sulawesi.
(Isk/Why)