Top 3: Warga Aquarium Blokade Jalan Pakai Gerobak Bubur Ayam

Saat petugas berdatangan, warga memblokade jalan dengan meletakkan gerobak bubur ayam, gerobak sate, meja, kursi, dan lemari.

oleh TaufiqurrohmanMuslim ARDiterbitkan 11 April 2016, 18:31 WIB
Suasana memanas jelang eksekusi penertiban kawasan Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (11/4). (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Proses pembongkaran kawasan di Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara, diwarnai perlawanan. Aksi saling dorong pun tak terhindarkan.

Polisi berpakaian preman dan satpam terus berdialog dengan warga agar mau direlokasi. Namun saat petugas mulai berdatangan untuk menertibkan kawasan itu, warga memblokade jalan dengan meletakkan gerobak bubur ayam, gerobak sate, meja, kursi, dan lemari di jalan masuk Kampung Aquarium. 

Berita tentang warga Kampung Aquarium yang melakukan perlawanan menjadi berita yang paling menyita perhatian pembaca Liputan6.com, terutama di kanal News, pada Senin (11/4/2016).

Dua berita lainnya yang tak kalah populer adalah warga Penjaringan yang memilih untuk terus melawan dan bertahan di Kampung Aquarium dan Kapolri Jenderal Badrodin Hati ‎meminta Filipina menjamin keamanan para sandera.

Berikut ulasan berita populer dan terpopuler selengkpanya, yang terangkum dalam Top 3 News:

1. Tak Mau Digusur, Warga Aquarium Blokade Jalan Pakai Gerobak

Warga Kampung Aquarium, Penjaringan, Jakarta Utara memblokade jalan

Warga Kampung Aquarium, Penjaringan, Jakarta Utara, terus melawan. Mereka menolak digusur atau ditertibkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Aquarium merupakan kawasan yang bersebelahan langsung dengan Pasar Ikan dan Luar Batang. Tiga kawasan ini rencananya akan disulap oleh Pemerintah DKI menjadi lokasi wisata religi.

Saat petugas mulai berdatangan untuk menertibkan kawasan itu, warga memblokade jalan dengan meletakkan gerobak bubur ayam, gerobak sate, meja, kursi, dan lemari di jalan masuk Kampung Aquarium. Blokade itu dilakukan agar polisi dan Satpol PP yang akan menggusur wilayah itu tak bisa masuk.

Selengkapnya...

2. Warga: Kami Akan Tinggalkan Kampung Aquarium Jika...

Situasi memanas saat penggusuran Pasar Ikan, Penjaringan, Jakarta Utara (Sumber: Satpol PP Jakpus)

Warga Kampung Aquarium, Penjaringan, Jakarta Utara, terus melawan. Mereka tetap bertahan di antara Pasar Ikan dan kampung mereka, meski eskavator sudah di depan mata untuk merobohkan rumah mereka.

Belasan polisi dengan kaos 'Turn Back Crime' memasuki kerumunan warga. Ratusan warga pun tetap berdiam di tempatnya. Puluhan di antara mereka bertahmid, tahlil, dan bertakbir. Di depannya, puluhan warga yang didominasi laki-laki berdiri menghadang aparat.

Dari belakang kerumunan, ratusan polisi berpakaian anti huru-hara lengkap dengan tamengnya menutup akses warga agar tak ke luar dari tempat itu.

Satu per satu ibu-ibu, lansia dan anak-anak pulang ke rumahnya. Mereka siap bertahan dalam rumah yang akan dirobohkan.

Selengkapnya...

3. Kapolri: Kita Minta Filipina Menjamin Keamanan Para Sandera

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (Liputan6.com/Johan Tallo)

Pemerintah Filipina mengatakan pemerintah Indonesia tidak bisa ikut dalam usaha pembebasan warga negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf.

Namun demikian, Kapolri Jenderal Badrodin Hati ‎meminta kepada pemerintah Filipina tetap memakai strategi-strategi yang sudah dibicarakan dengan Indonesia untuk membebaskan 10 WNI itu.

"Pasukan kita tidak memungkinkan melakukan aksi di wilayah teritorial  Filipina, oleh karena itu kita percayakan pembebasan sandera itu dilakukan otoritas Filipina, apakah itu militer atau unsur yang lain," kata Badrodin saat mengunjungi Jakarta Metropolice Expo di Jakarta, Minggu (10/4/2016).

Selengkapnya...

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya