Liputan6.com, Johannesburg: Terhitung 234 hari sebelum gelaran Piala Dunia 2010 digelar di Afrika Selatan (Afsel), kabar mengejutkan datang dari tuan rumah. Timnas Afsel yang memiliki sebutan Bafana Bafana ditinggal kabur pelatihnya. Senin (19/10), Joel Santana resmi mundur dari jabatannya sebagai pelatih. Permohonan yang telah disetujui Asosiasi Sepakbola Afsel (SAFA) dari markasnya di Johannesburg.
Hasil buruk diterima Afsel dalam persiapan jelang putaran final yang digelar medio Juni tahun depan. Di bawah arahan pelatih asal Brasil itu, Afsel kalah delapan kali dari sembilan laga terakhirnya. Satu-satunya kemenangan tidak patut dibanggakan, mengebuk Madagaskar.
Kekalahan dari Norwegia dan Islandia, dua tim yang dipastikan tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa, mengukuhkan Santana dalam mengambil keputusan mengundurkan diri. “Setelah pertemuan panjang hari ini, pengurus (SAFA) dan Santana sampai pada keputusan untuk berpisah. Kami semua sepakat inilah jalan terbaik buat tim ke depannya,” ungkap Presiden SAFA, Kirsten Nematandani.
CEO SAFA, Raymond Hack menjelaskan lebih jauh: “Benar. Ia mengundurkan diri. Keputusan yang dilandasi atas kesepakatan bersama. Jadi tidak benar kalau ia dipecat.” Untuk sementara persiapan Afsel ditangani dua asisten pelatih: Pitso Mosimane dan Jairo Leal.”
Keduanya untuk sementara mengambil alih tugas sebelum Komite Eksekutif SAFA menelurkan ketetapan pelatih baru pada rapat berikut, Jumat (23/10). Santana mengambil alih tugas dari rekan senegaranya, Carlos Alberto Parreira, pada April 2008. Ironisnya Parreira merupakan kandidat terkuat untuk menggantikan Santana. (DIM)
Hasil buruk diterima Afsel dalam persiapan jelang putaran final yang digelar medio Juni tahun depan. Di bawah arahan pelatih asal Brasil itu, Afsel kalah delapan kali dari sembilan laga terakhirnya. Satu-satunya kemenangan tidak patut dibanggakan, mengebuk Madagaskar.
Kekalahan dari Norwegia dan Islandia, dua tim yang dipastikan tersingkir dari kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa, mengukuhkan Santana dalam mengambil keputusan mengundurkan diri. “Setelah pertemuan panjang hari ini, pengurus (SAFA) dan Santana sampai pada keputusan untuk berpisah. Kami semua sepakat inilah jalan terbaik buat tim ke depannya,” ungkap Presiden SAFA, Kirsten Nematandani.
CEO SAFA, Raymond Hack menjelaskan lebih jauh: “Benar. Ia mengundurkan diri. Keputusan yang dilandasi atas kesepakatan bersama. Jadi tidak benar kalau ia dipecat.” Untuk sementara persiapan Afsel ditangani dua asisten pelatih: Pitso Mosimane dan Jairo Leal.”
Keduanya untuk sementara mengambil alih tugas sebelum Komite Eksekutif SAFA menelurkan ketetapan pelatih baru pada rapat berikut, Jumat (23/10). Santana mengambil alih tugas dari rekan senegaranya, Carlos Alberto Parreira, pada April 2008. Ironisnya Parreira merupakan kandidat terkuat untuk menggantikan Santana. (DIM)