Liputan6.com, Jakarta Beda nasib dua seteru abadi di Inggris terjadi di babak 16 besar Europa League. MU tampaknya kurang 'hoki' di kasta kedua kompetisi antarklub Eropa.
Manchester United harus memberikan jalan pada sang musuh abadi, Liverpool ke perempat final Europa League. The Reds kini menjadi harapan terakhir Inggris di kompetisi kasta kedua Eropa ini.
Liverpool menyingkirkan MU di babak 16 besar dengan skor agregat yang meyakinkan, 3-1. Kemenangan 2-0 di leg pertama menjadi modal berharga Liverpool di leg 2, Jumat, (18/3/2016) dinihari tadi. Pada pertemuan Old Trafford, hasil imbang 1-1 cukup bagi Liverpool memukul mundur MU
Padahal, asa MU di pertandingan ini sempat menyala setelah Anthony Martial mencetak gol pembuka di menit 32 dari titik putih. Penalti untuk Liverpool tercipta setelah Martial dijatuhkan Nathaniel Clyne di kotak terlarang. Pemain asal Prancis ini mengambil sendiri eksekusi penalti untuk mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Baca Juga
- Ronaldo Makin Mesra dengan Putri Miliarder Inggris
- Moreno Enggan Meraba Debut Rio Haryanto di F1
- Persija Waspadai Semua Lawan di Grup B Piala Bhayangkara
Advertisement
Namun kepercayaan tim asuhan Louis Van Gaal ini kembali runtuh setelah Phillipe Coutinho menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Situasi ini jelas membuat MU tertekan. Pasalnya, agregat skor melebar lagi menjadi 3-1; mengejar defisit tiga gol dalam 1x45 menit membuat pemain MU tidak bisa berbuat banyak.
Liverpool akhirnya memastikan tempat di 8 besar setelah hasil imbang 1-1 tidak berubah hingga peluit panjang dibunyikan.
Hasil ini tentu jauh dari harapan semula setelah sepanjang pertandingan di babak pertama, MU mendominasi jalannya laga.