5 Kompetisi Elite Penguasa Liga Champions

Liga Champions merupakan kompetisi sepak bola antarklub paling elite di Benua Biru.

oleh Adyaksa VidiDiterbitkan 02 Maret 2016, 12:50 WIB
Logo Liga Champions (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Liga Champions merupakan kompetisi sepak bola antarklub paling elite di Benua Biru. Pasalnya, peserta Liga Champions merupakan klub papan atas di liga masing-masing.

Menariknya tidak jarang wakil dari liga tertentu mendominasi persaingan di Liga Champions. Bahkan kedua klub dari negara yang sama bisa bertemu di partai puncak.

Maraknya bintang-bintang nomor satu yang bermain di satu liga juga tentu ikut menentukan kiprah mereka di Liga Champions. Namun, ada juga anomali, sebuah liga yang bisa dibilang tak terlalau banyak dihuni bintang malah mendominasi.

Baca Juga

  • Rossi Bakal Tebar Ancaman Lagi di MotoGP 2016
  • Terungkap, Manor Racing Enggan Jadi Tim Besar di F1
  • Tantangan Baru Menanti Rio Haryanto dan Manor Racing



Lalu liga mana saja yang mendominasi Liga Champions sejak era 2000-an. Berikut ulasannya seperti dilansir dari berbagai sumber:


1. Musim 1999/00

Valencia vs Real Madrid (AFP/Jose Jordan)

Liga Champions musim 1999/00 merupakan Liga Champions pertama yang menggunakan format baru. Pada musim ini klub asal Spanyol mendominasi persaingan.

Ada empat wakil Spanyol yang turun di ajang ini, yakni Barcelona, Real Madrid, Valencia dan Real Mallorca. Dua klub terakhir lolos melalui babak kualifikasi.

Dari babak grup, hanya Mallorca yang gagal lolos. Sementara Barcelona, Madrid, dan Valencia melaju mulus hingga semifinal.

Tersisa empat tim di semifinal dengan menyisakan Bayern Muenchen sebagai satu-satunya wakil non-Spanyol. Di partai puncak Valencia akhirnya bertemu Madrid meski kalah 0-3.


2. Musim 2002/03

Dybala Menjebol gawang Milan (Reuters)

Pada musim ini giliran klub asal Italia yang mendominasi Eropa. Mereka diwakili Juventus, AS Roma, Inter Milan dan AC Milan.

Sayangnya Roma gugur di fase grup. Sehingga hanya Juventus, dan dua klub Milan yang melenggang ke babak selanjutnya.

Ketiga klub itu tidak mengecewakan karena lolos hingga babak semifinal. Real Madrid menjadi satu-satunya klub non-Italia yang bertahan di laga ini.

Pada laga final AC Milan akhirnya bertemu Juventus. Rossoneri menang dalam adu penalti sekaligus meraih gelar Liga Champions keenam kalinya.


3. Musim 2007/08

Kapten Chelsea, John Terry menahan gerak laju penyerang MU, Wayne Rooney, saat Chelsea menundukkan MU 1-0 dalam lanjutan Liga Premier di Stamford Bridge, 8 November 2009. AFP PHOTO/Adrian Dennis

Klub Liga Inggris tidak mau kalah dengan kompetisi elite Eropa lainnya. Mereka ganti mendominasi Liga Champions pada musim 2007/08.

Ada empat wakil Inggris pada musim tersebut. Mereka adalah Arsenal, Liverpool, Chelsea, dan MU.

Hebatnya keempat klub tersebut lolos hingga perempat final. Namun yang lolos ke semifinal hanya tiga klub karena Liverpool dan Arsenal harus saling mengalahkan di perempat final.

Di babak final MU akhirnya bertemu Chelsea. Mereka menang melalui adu penalti setelah John Terry terpeleset saat menjadi eksekutor.

Lanjut Baca:

Tak mau kalah dengan kompetisi elite Eropa lainnya, klub Bundesliga mendominasi Liga Champions pada musim 2012/13. Meski hanya tiga klub, namun mereka mendominasi hingga babak final.Biasanya hanya Bayern Muenchen yang tampil bagus di kompetisi Eropa. Namun musim 2012/13 adalah pengecualian karena Schalke dan Borussia Dortmund lolos ke babak 16 besar.Sayangnya pada babak perempat final hanya tersisa Borussia Dortmund dan Bayern Muenchen. Bahkan keduanya terus melenggang hingga partai puncak.Namun seperti yang sudah diprediksi, Muenchen akhirnya menang 2-1 di laga final. Sekaligus gelar kelima mereka di ajang Liga Champions.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya