Top 3: 'Rahasia' Lampu Pesawat Redup Saat Mendarat Paling Hits

Mungkin, Anda pernah mempertanyakan, mengapa lampu kabin diredupkan jelang proses pendaratan pesawat.

oleh Elin Yunita KristantiAlexander LumbantobingDiterbitkan 29 Februari 2016, 09:00 WIB
Ilustrasi kabin pesawat. (Travel Pulse)

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini, seorang pilot mengungkapkan alasan mengapa kabin pesawat gelap saat proses pendaratan. Pengungkapan tersebut lantas menjadi paling hits di kanal Global Liputan6.com edisi Senin (29/2/2016).

2 berita lain yang juga banyak dibaca adalah terkait kisah 'naga terakhir di muka bumi' yang menghuni Indonesia dan pesawat jumbo yang sudah lama masuk museum dan dioperasikan kembali.

Berikut selengkapnya dalam Top 3 Global:

1. Terkuak, Ini Alasan Lampu Pesawat Diredupkan Saat Pendaratan

Salah Satu Keadaan Kabin Pesawat (Foto: Reuters)

Mungkin, Anda pernah mempertanyakan, mengapa lampu kabin diredupkan jelang proses pendaratan pesawat.

Ternyata, itu adalah bagian dari prosedur keamanan yang mungkin bisa menyelamatkan nyawa para penumpang. Seorang pilot mengungkapkan alasannya baru-baru ini.

Selengkapnya....


2. Kisah 'Naga Terakhir di Muka Bumi' yang Menghuni Indonesia

3.bp.blogspot.com

Para membuat peta Abad Pertengahan memberikan tanda khusus pada sejumlah lokasi yang terletak di Kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara: sebagai tempat tinggal para naga.

Naga yang mereka maksud tak bisa terbang atau menyemburkan api. Namun, makhluk itu tak kalah mengerikan daripada hewan mistis dalam dongeng.

Dengan tubuh sepanjang 3 meter dan berat 70 kilogram, hewan ini bisa berlari hingga kecepatan 29 km/jam untuk mengejar mangsanya.

Baca di sini selengkapnya...


3. Pesawat Jumbo 'Bangun' dari Tidur Panjang

Sebuah pesawat Boeing 727 lawas diterbangkan lagi setelah menjadi pajangan museum dirgantara selama 25 tahun terakhir. (Sumber Robert Bogash)

Seperti bangkit dari tidur yang panjang, sebuah pesawat terbang jenis Boeing 727 ini akan kembali mengangkasa setelah menjadi bagian dari suatu museum selama 25 tahun.

Tim sukarelawan meluangkan waktu kosong mereka untuk melakukan restorasi pesawat terbang lawas tersebut secara keseluruhan, mulai dari cat luar, kabin, mesin, dan hidrolik.

Selengkapnya di sini...

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya