Kualifikasi F1 Sistem 'KO' Ditunda, Kabar Baik untuk Rio Haryanto

Rio Haryanto bakal melakoni tes kedua di Sirkuit Katalunya pekan depan.

oleh Defri SaefullahDiterbitkan 27 Februari 2016, 18:50 WIB
Rio Haryanto setelah menyelesaikan tes pramusim F1 di Sirkuit Catalunya, Spanyol, (Sergio Perez/ Reuters)

Liputan6.com, Jakarta - Kabar baik untuk Rio Haryanto. Kualifikasi Formula 1 (F1) sistem knock out (KO) dikabarkan bakal ditunda. Penundaan ini disebabkan oleh kurangnya peralatan penghitung waktu (timing software).

Baca Juga

  • Ternyata, Lionel Messi Pemain 'Malas'
  • Syamsul Haerudin Cs Jadi Inspirasi MFC Makassar
  • Saat Messi dan Suarez Kompak Jemput Anak dari Sekolah

Wajar, kualifikasi F1 sistem KO sangat mengandalkan penghitungan waktu. Ada tiga kali sesi kualifikasi di F1 yaitu kualifikasi 1 (Q1) hingga Q3. Nah, setiap pembalap yang punya catatan waktu lap paling lambat bakal tereliminasi secara otomatis setiap 1 menit 30 detik.

Rio Haryanto sendiri pada tes pertama pramusim yang berakhir di Sirkuit Barcelona, Kamis (25/2/2016) menempati posisi paling buncit dengan catatan waktu 1 menit 28,266 detik. Dikhawatirkan performa seperti ini membuat dia kesulitan dapatkan posisi start (grid) yang bagus.

Bagian belakang mobil Rio tertabrak di sesi sore tes. (sumber: twitter.com/F1)


Mulai 15 Mei

Kepastian penundaan kualifikasi F1 sistem KO diungkapkan CEO F1, Bernie Ecclestone. Sistem kualifikasi anyar ini kemungkinan baru dipakai di F1 Barcelona pada 15 Mei mendatang. Atau setelah F1 berlangsung empat putaran.

"Sistem kualfikasi baru belum bisa dipakai karena kami belum mendapatkan peralatan tepat waktu," kata Ecclestone seperti dikutip GPupdate.

"Seharusnya sistem ini bisa dimulai pada seri pertama di Australia pada 20 Maret nanti tapi kami belum mendapatkan peralatannya. Kemungkinan sistem kualifikasi baru dimulai di Spanyol nanti," ucapnya, menambahkan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya