Oscar 2016: Film Senyap dan 5 Adegannya yang Bikin Bergidik

Film Senyap atau The Look of Silence yang masuk dalam nominasi Oscar 2016, banyak menampilkan adegan yang membuat bergidik.

oleh Ratnaning AsihDiterbitkan 25 Februari 2016, 22:00 WIB
Film Senyap atau The Look of Silence yang masuk dalam nominasi Oscar 2016, banyak menampilkan adegan yang membuat bergidik.

Liputan6.com, Jakarta Senyap, sebuah film kolaborasi sineas Denmark, Indonesia, Norwegia, Finlandia, dan Inggris masuk dalam perebutan Piala Oscar 2016 untuk kategori Film Dokumenter Panjang Terbaik.

Film Senyap, yang dalam Bahasa Inggris dikenal dengan judul The Look of Silence ini, bercerita tentang sebuah sejarah kelam Indonesia. Sebuah peristiwa yang bagi sebagian orang, begitu enggan untuk dibuka kembali. Itu adalah peristiwa pembantaian simpatisan, serta orang yang disangka dan dituduh sebagai simpatisan PKI.

Baca Juga

  • Masuk Nominasi Oscar, Sutradara Senyap Keliling Kampus
  • Dilarang di Indonesia karena G30S, Senyap Berpeluang Raih Oscar
  • Senyap (The Look of Silence) Raih Film Terbaik IDA Awards 2015

Film yang disutradarai oleh Joshua Oppenheimer ini menceritakan peristiwa ini lewat seorang tokoh bernama Adi Rukun. Kakak Adi yang bernama Ramli, termasuk salah satu orang yang tewas dalam peristiwa tersebut.

Adi memutuskan untuk bertemu dengan para pelaku operasi tersebut. Pengakuan para pelaku yang begitu gamblang dalam film ini, dan sejumlah adegan lain, kerap membuat penonton bergidik.

Kini, untuk menyambut perhelatan Oscar 2016 yang hampir mencapai puncaknya, ada baiknya kita menengok kembali film yang pemutarannya di Indonesia kerap dihentikan paksa ini. Mengingat kembali sebagian adegan dalam film ini, yang rasanya akan membuat penonton dan para juri Oscar ikut bergidik.

 


Adegan Pembuka

Film Senyap atau The Look of Silence yang masuk dalam nominasi Oscar 2016, banyak menampilkan adegan yang membuat bergidik.

Adegan Pembuka

Film Senyap dibuka dengan sebuah adegan yang sangat kuat. Berteman dengan suara jangkrik, satu malam Adi Rukun menonton sebuah video yang memutar pengakuan seorang pelaku peristiwa 1965.

Lelaki tua dalam video tersebut menceritakan usus yang terkoyak, kepala pecah, dan lidah yang menjulur keluar dengan nada riang. Tak jarang ia tertawa saat menceritakan kejadian tersebut.

Entah apa arti tawa pria tersebut. Apakah ia benar-benar menganggap kejadian itu adalah satu peristiwa yang patut ditertawakan, atau merupakan satu bentuk mekanisme pertahanan yang kerap disebut dalam ilmu psikologi.

Dalam ilmu kejiwaan, memang disebut bahwa senyum atau tawa, bisa jadi merupakan benteng pertahanan. Tawa dapat bertujuan untuk melindungi kondisi mental seseorang ketika berhadapan dengan satu peristiwa traumatis.

Lanjut Baca:

Apa pun arti tawa tersebut, yang jelas cara pria itu bercerita yang begitu kontras dengan hal yang ia ceritakan, dijamin membuat penonton merasa terusik saat melihatnya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya