Liputan6.com, New York: Perseteruan kelompok rock asal Inggris, Coldplay, dan gitaris terkemuka Joe Satriani di pengadilan berakhir. Kabar yang beredar, gugatan Satriani tidak dapat diterima (dismissed). Demikian diwartakan Reuters, Rabu (16/9).
Pada Desember lalu, Satriani yang dinominasikan Grammy Award melayangkan gugatan ke pengadilan atas kasus pelanggaran hak cipta. Coldplay diduga telah menjiplak lagu karya Satriani yang kelahiran 15 Juli 1956. Lagu Viva La Vida milik Coldplay sangat mirip dengan tembang Satriani pada 2004 berjudul If I Could Fly.
Satriani yakin Coldplay telah menjiplak karyanya. "Saya merasa jantung saya seperti ditusuk belati. Amat sangat menyakitkan ketika saya mendengar lagu mereka. Saya tahu, lagu itu lagu ciptaan saya," ujar gitaris itu kepada Music Radar.
Coldplay yang berdiri sejak 1998 sendiri membantah tuduhan tersebut. "Jika terdapat kesamaan antara dua potong musik, hal itu sama sekali kebetulan. Dan sama seperti dia, kita juga sangat terkejut," kata pihak band yang beranggotakan Chris Martin, Jonny Buckland, Guy Berryman, dan Will Champion.
Menurut warta pengadilan yang diumumkan dalam situs justia.com, kasus tersebut akhirnya sampai pada kesimpulan pada Senin silam. Namun, pihak Satriani menolak berkomentar.(YUS)
Pada Desember lalu, Satriani yang dinominasikan Grammy Award melayangkan gugatan ke pengadilan atas kasus pelanggaran hak cipta. Coldplay diduga telah menjiplak lagu karya Satriani yang kelahiran 15 Juli 1956. Lagu Viva La Vida milik Coldplay sangat mirip dengan tembang Satriani pada 2004 berjudul If I Could Fly.
Satriani yakin Coldplay telah menjiplak karyanya. "Saya merasa jantung saya seperti ditusuk belati. Amat sangat menyakitkan ketika saya mendengar lagu mereka. Saya tahu, lagu itu lagu ciptaan saya," ujar gitaris itu kepada Music Radar.
Coldplay yang berdiri sejak 1998 sendiri membantah tuduhan tersebut. "Jika terdapat kesamaan antara dua potong musik, hal itu sama sekali kebetulan. Dan sama seperti dia, kita juga sangat terkejut," kata pihak band yang beranggotakan Chris Martin, Jonny Buckland, Guy Berryman, dan Will Champion.
Menurut warta pengadilan yang diumumkan dalam situs justia.com, kasus tersebut akhirnya sampai pada kesimpulan pada Senin silam. Namun, pihak Satriani menolak berkomentar.(YUS)