Pengacara Korban Novel Baswedan Diteror

Saat itu, Yuliswan sedang berada dalam rumahnya di Kompleks Pinang Mas, Kecamatan Muara Bangkahulu.

oleh Yuliardi Hardjo Putro diperbarui 22 Feb 2016, 12:17 WIB
Dua korban kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Novel Baswedan, Erwansyah Siregar dan Mulyadi bersama pengacaranya saat memberi keterangan kepada awak media usai mendatangi KPK, Jakarta, Jumat (12/2). (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Bengkulu - Yuliswan, pengacara para korban penganiayaan yang diduga dilakukan Novel Baswedan, mendapat teror dari orang tak dikenal. Sebuah peluru nyaris bersarang di kepalanya.

Saat itu, Yuliswan sedang berada dalam rumahnya di Kompleks Pinang Mas, Kecamatan Muara Bangkahulu, Kota Bengkulu.

Dia baru saja pulang dari Jakarta membawa para korban kasus penganiayaan berat yang menyeret penyidik senior KPK Novel Baswedan, Irwansyah Siregar, dan Dedi Muryadi. Dia pun shock.

"Saya sedang berada di kamar depan. Tiba-tiba saja ada suara letusan menembus kaca jendela kamar, hanya berjarak beberapa sentimeter saja dari kepala saya peluru itu datang," ujar Yuliswan di Bengkulu, Senin (22/2/2016).

Dia lalu menghubungi kepolisian karena peristiwa ini sudah mengancam nyawa dia dan keluarganya.

"Kita berharap kejadian ini tidak ada hubungannya dengan kasus Novel Baswedan yang sedang saya urus. Semoga ini hanya peluru nyasar saja," lanjut Yuliswan.

Kapolres Kota Bengkulu AKB Ardian Indra Nurinta yang langsung datang ke TKP menyatakan, polisi akan mengusut kasus ini.

"Kita sedang lakukan identifikasi dan mengumpulkan bukti-bukti awal. Biarkan kami bekerja dulu," tukas Ardian.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya