Ancaman Pentolan Kalijodo Kepada Ahok

Menurut Daeng Aziz, tudingan Ahok pada warga Kalijodo tak beralasan, Daeng mempertanyakan soal keabsahan penduduk di Kalijodo.

oleh Muslim AR diperbarui 16 Feb 2016, 14:44 WIB
Tokoh Kalijodo Daeng Azis saat mendatangi Kantor Komnas HAM, Jakarta, Senin (15/2). Daeng ke Komnas HAM bermaksud mengadukan rencana relokasi red light district Kalijodo oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Abdul Azis mengultimatum Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok agar tak lagi mengusik ketenangan warga Kalijodo. Tindakan Ahok yang mengirimkan ratusan polisi dalam pelaksanaan sosialisai dianggap pria yang karib disapa Daeng Aziz sebagai penyalahgunaan wewenang.

"Kita harus serius secara kewenangan sungguh-sungguh untuk menjalankan tugasnya masing-masing, jangan mencari-cari atas kesalahan masyarakat. Itu dilarang oleh Pancasila," ujar Daeng Azis di Kalijodo, Selasa (16/2/2016).

Menurutnya tudingan Ahok pada warga Kalijodo tak beralasan, Daeng mempertanyakan soal keabsahan penduduk di Kalijodo. Sebab, beberapa warga memiliki sertifikat tanah resmi.

"Jadi, apa yang disampaikan oleh kuasa hukum bahwa dan sudah diperlihatkan bukti-buktinya. Perlu kita pertimbangkan kembali bahwa ini siapa yang salah. Terkait sertifikat ini," tanya Daeng.

Bahkan ia menyatakan Ahok sebagai musuh bersama, ia juga mengajak para korban penggusuran Ahok untuk menuntut keadilan.

"Yang punya kewenangan adalah, musuh bersama," ucap Daeng.

Dalam ultimatumnya, Daeng mengingatkan Ahok agar tak semena-mena. Ia mengklaim mewakili warga Kalijodo menyatakan akan melawan Ahok secara hukum jika meneruskan penggusuran.

"Saya tak mau hak kami dikurangi sedikitpun. Bilamana ada yang mengurangi hak kami, saya juga akan bisa menuntut secara hukum," jelas Daeng.

Daeng juga memperingatkan Ahok bahwa ia hampir kehilangan kesabaran.

"Pada prinsipnya, jangan saya dipaksakan untuk melawan," kecam Daeng yang disambut teriakan "lawan, tolak penggusuran," oleh warga.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya