Liputan6.com, Jakarta - Liga Super Tiongkok belakangan ini jadi buah bibir. Bagaimana tidak, klub-klub yang bermain di sana mulai berani melebarkan sayap dengan membeli para pemain tenar dari Liga Eropa.
Seperti dilansir Sportskeeda, total uang yang digelontorkan tim-tim di Liga Super Tiongkok untuk membeli para pemain tenar dari Eropa mencapai 200 juta Euro atau Rp 3,04 triliun. Tak hanya itu, para pemain itupun mendapat gaji yang fantastis.
Baca Juga
- Evan Dimas Pemain Pertama yang Masuk Program Masa Depan La Liga
- Marquez Skeptis Peluang Honda Juara di MotoGP Qatar
- Uang Muka Tak Terkumpul, Rio Haryanto Pasrah Batal ke Formula 1
Advertisement
Rumor yang berkembang, ekspansi tim-tim Liga Super Tiongkok itu belum berhenti. Wakil kapten Manchester City, Yaya Toure menjadi pemain yang sedang diburu tim-tim Negeri Tirai Bambu.
Terlepas dari rumor tersebut, berikut daftar 5 pemain yang secara mengejutkan memutuskan merumput di Negeri Tirai Bambu.
Jackson Martinez
1. Jackson Martinez (Guangzhou Evergrande)
Beberapa musim lalu saat masih bermain bagi FC Porto, nama Jackson Martinez sempat menjadi perbincangan saat dia disebut-sebut jadi buruan Arsenal, AC Milan, dan Atletico Madrid. Martinez sendiri akhirnya pindah ke Atletico di awal musim 2014/15.
Sayangnya, keputusan ini boleh dibilang keliru. Alih-alih bersinar, Martinez justru dikarbarkan tak akur dengan pelatih Diego Simeone. Ia pun hanya tampil 15 kali sepanjang musim.
Alhasil, Atletico memutuskan untuk melego Martinez di bursa transfer Januari lalu. Hal itu tak terlepas dari biaya transfer senilai 31 juta pound sterling atau Rp 613 miliar. Jumlah tersebut memecahkan rekor transfer Guangzhou juga Liga Super Tiongkok.
Didier Drogba
2. Didier Drogba (Shanghai Senhua)
Pada Mei 2011/12, Didier Drogba membuat keputusan pindah dari Chelsea ke Liga Super Tiongkok, bergabung dengan Shanghai Senhua. Padahal, Drogba masih diminati sejumlah klub, meski usianya tidak muda lagi.
Drogba menjadi pemain Chelsea kedua setelah Nicolas Anelka, yang memutuskan merumput di Liga Super Tiongkok. Kabarnya, di Shanghai, Drogba digaji hingga 200 ribu pound sterling atau Rp 3,9 miliar per pekan.
Kebersamaan Drogba bersama Shanghai hanya berlangsung enam bulan. Drogba lalu hengkang ke Galatasaray.
Perpisahan itu disebabkan konflik antara Drogba dan pihak Shanghai Shenhua. Drogba merasa pihak klub tidak menunaikan kewajibannya membayar gaji. Namun di sisi lain, pihak klub justru menilai Drogbalah yang melanggar kesepakatan karena pindah ke Galatasaray.