Jessica Wongso: Gerak-gerik Aneh Saya Ada Alasannya

Sehari sebelum dijadikan tersangka, Jessica Wongso sempat curhat soal tudingan miring dalam kasus dugaan pembunuhan Mirna Salihin.

oleh Audrey Santoso diperbarui 30 Jan 2016, 11:31 WIB
Jessica Kumala Wongso. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Jessica Kumala Wongso akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Wanita berusia 27 tahun ini kemudian ditangkap di Hotel Neo, Mangga Dua, Jakarta Utara pada Sabtu 30 Januari 2016 pagi sekitar pukul 07.45 WIB.

Polisi menduga Jessica adalah pihak yang bertanggung jawab dalam kasus kematian rekan satu kampusnya di Australia tersebut pada Rabu 6 Januari 2016. Sebelumnya pada Jumat malam, polisi menerbitkan surat pencegahan kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM. Artinya, Jessica dilarang bepergian ke luar negeri.

Dan menjelang tengah malam, Jessica ditetapkan sebagai tersangka. Menurut Direktur Reserse dan Kriminal Umum (Direskrimum) Kombes Krishna Murti, penyidik menetapkan Jessica sebagai tersangka pada Jumat malam pukul 23.00 WIB.

"Tadi malam kami melakukan gelar perkara sejak habis magrib sampai 23.00 WIB. Hasilnya yang dihadiri para penyidik, Propam, para ahli, kami yakin dengan alat bukti yang kami miliki. Maka yang bersangkutan tadi malam kami tingkatkan sebagai tersangka," ujar Krishna di Polda Metro Jaya, Sabtu (30/1/2016).

Namun sehari sebelum dijadikan tersangka, Jessica sempat berkeluh kesah soal tudingan miring dalam kasus dugaan pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Perempuan jebolan universitas di Australia ini mengaku perasaannya campur aduk mendapatkan tudingan miring dalam kasus Mirna.

Hal tersebut disampaikan Jessica dalam wawancara dengan Liputan6.com, Liputan6 SCTV, dan Fokus Indosiar di SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Kamis 28 Januari 2016. Dia menjawab pertanyaan mengenai tudingan miring dan juga opini sebagai orang yang bertanggung jawab atas kematian Mirna.

"Kesal. Lebih ke arah marah dan kecemasan dan sedih. Campur jadi satu. Kok saya kehilangan teman, kok satu negara curiga sama saya," ucap Jessica.

Perempuan berambut panjang ini mengakui bila saat peristiwa pingsannya Mirna usai menyeruput es kopi Vietnam dirinya melakukan hal-hal 'aneh'. Seperti datang lebih awal ke kafe dan memesan kopi untuk Hanny dan Mirna.

"Memang saya melakukan gerak-gerik aneh, memang saya melakukan itu, tapi itu ada alasannya," kata Jessica.

"Kenapa saya datang lebih awal, karena hindari 3 in 1," beber Jessica.

Sikapnya yang terlihat tenang saat menghadapi Mirna yang pingsan di hadapannya, diakui karena saat itu dia tidak tahu harus berbuat apa.

"Saya sangat panik ketika itu terjadi. Saya tidak pernah melihat seperti itu. Semua perasaan saya bercampur, tidak tahu harus berbuat apa," kata Jessica.

Jessica sebelumnya adalah salah satu saksi dalam kematian Mirna. Saksi lainnya adalah temannya, Hanny. Mirna tewas usai menyeruput es kopi Vietnam di Olivier Cafe, Mal Grand Indonesia, Rabu 6 Januari 2016.

Saksikan wawancara khusus Liputan6.com, Liputan6 SCTV, dan Fokus Indosiar dengan Jessica Kumala Wongso berikut ini.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya