Duel Antar Lini Final PJS Mitra Kukar Vs Semen Padang

Semen Padang FC dan Mitra Kukar sebentar lagi akan berebut tahta juara Piala Jenderal Sudirman 2015.

oleh Risa KosasihDiterbitkan 23 Januari 2016, 09:10 WIB
Duel Antarlini Semen Padang vs Mitra Kukar (Liputan6.com/Abdillah)

Liputan6.com, Jakarta - Semen Padang FC dan Mitra Kukar sebentar lagi akan berebut tahta juara Piala Jenderal Sudirman 2015. Laga final yang mempertemukan keduanya bakal digelar pada Minggu (24/1/2016) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Baca Juga

  • Main Kasar, Cara Semen Padang Hentikan Mesin Gol Mitra Kukar
  • Dokumen Transfer Bocor, MU Wajib Kubur Ambisi Boyong Bale
  • Beckenbauer Beri Sinyal Muenchen Lepas Lewandowski

Di atas kertas, Semen Padang dan Mitra Kukar punya kekuatan yang hampir imbang. Di babak kualifikasi grup, mereka bertemu sebagai penghuni Grup B serta sama-sama mengumpulkan 6 poin hasil menang dua kali tanding.

Pertemuan mereka di awal turnamen bisa jadi bekal berharga untuk laga penentu Minggu nanti. Tapi masalahnya, Naga Mekes (julukan Mitra Kukar) bakal tampil pincang karena dua pemain mereka terkena larangan bermain usai disanksi kartu merah dalam babak semifinal.

Dua pemain tersebut adalah bek Bayu Pradana dan Abdul Gamal. Sedangkan Semen Padang sudah dipastikan turun tanpa pemain sayap mereka, Hendra Bayauw. Bayauw mendapatkan dua kartu kuning saat menghadapi Pusamania Borneo pada laga kedua babak semifinal di Stadion H Agus Salim, Padang, 16 Januari 2016.

Duel antarlini Semen Padang versus Mitra Kukar menjadi daya tarik sendiri di final Piala Jendral Sudirman di SUGBK, Minggu besok. Siapa paling tangguh hingga berjasa mengantarkan timya juara, berikut ulasannya:


Kiper

Kiper Semen Padang Jandia Eka Putra punya pengalaman kurang bagus dengan adu penalti di fase grup.

Jandia Eka Putra vs Shahar Ginanjar

Kiper Semen Padang Jandia Eka Putra punya pengalaman kurang bagus dengan adu penalti di fase grup. Pasalnya dia sudah tiga kali kalah lewat adu insting di kotak penalti itu dalam empat partai yang dilalui.

Sedangkan di kubu lawan, eks-kiper Persib Bandung, Shahar Ginanjar cuma dua kali melewati drama adu penalti, sekali menang dan sisanya kalah. Tapi dia lebih banyak kebobolan di waktu normal. Perbandingan kebobolan Jandia vs Shahar adalah 8:9.

Kepiawaian Jandia baru terlihat ketika membantu rekannya lolos ke final lewat adu penalti melawan PBFC. Kabau Sirah menang 4-2.

Lanjut Baca:

M. Al Hadji vs Rudolf Yanto Basna Al Hadji sengaja direkrut untuk turnamen ini dan membela klub besar berjuluk Kabau Sirah tentu jadi batu loncatan buat pemain asal Kamerun tersebut. Hingga babak delapan besar, Al Hadji melakukan 29 intersep dari enam laga dan percobaan tekel 19 kali. Palang pintu ini bakal menyusahkan lini serang lawan tentunya. Mitra Kukar pun memiliki bek tidak kalah tangguh, yaitu pemain muda jebolan Timnas U-19, Rudolf Yanto Basna. Menurut pantauan LabBola, pemain asal Papua itu sejauh ini sudah melakukan 15 kali sapuan untuk Mitra Kukar. Angka ini tertinggi di Mitra Kukar hingga babak perempat final.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya