3 Peluru Tembus Dada Ade Badak Pengeroyok Polisi di Berlan

Aparat masih melakukan pengembangan dan mengejar pelaku lainnya. Diduga ada beberapa pelaku yang melarikan diri.

oleh Moch Harun SyahDiterbitkan 22 Januari 2016, 11:21 WIB
Ilustrasi

Liputan6.com, Jakarta - Pelarian Ade Badak (39) setelah mengeroyok anggota polisi hingga tewas terhenti. Polisi menembakkan 3 peluru ke dada tersangka hingga tewas. Alasannya, Ade melawan saat akan ditangkap.

Penyergapan dilakukan gabungan antara tim Resmob Polres Metro Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya. Tersangka bernama lengkap Proyooza Wijaya itu terendus keberadaannya Kamis pukul 23.00 WIB di Jalan Kolonel Sutomo, Cawang, Jakarta Timur.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Timur, Ajun Komisaris Besar Nasriadi mengatakan saat akan ditangkap, Ade Badak melakukan perlawanan ke aparat dengan senjata tajam.

 

Baca Juga

  • Pengeroyok Polisi di Kompleks Berlan Tewas Ditembak
  • Kompleks Berlan Digerebek, 9 Orang Dibawa Polisi
  • Polisi Tewas Diserang Bandar Narkoba, 5 Rumah di Berlan Digeledah


"Pelaku tetap menyerang petugas walau diberi tembakan peringatan. Petugas terpaksa menembakkan 3 peluru ke bagian dada pelaku," kata Nasriadi, di Jakarta, Jumat (22/1/2016).

Pada pukul 00.30, Jumat (22/1/2016), Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Khrisna Murti mendatangi kamar jenazah RS Polri, Kramatjati, Jakarta Timur, guna memastikan pelaku yang ditembak aparat adalah pelaku pengeroyokan anggota polisi di kawasan Berlan, Jl Slamet Riyadi, Jakarta Timur.

"Dirkrimum menyatakan jenazah merupakan pelaku utama yang membacok Kanit Narkoba dan membacok Almarhum Taufik Hidayat," jelas Nasriadi.

Pengejaran pelaku pengeroyokan tidak berhenti di Ade Badak. Polres Metro Jakarta Timur terus melakukan pengembangan. Diduga masih ada pelaku lain yang melarikan diri. Sampai saat ini 14 saksi diperiksa. Sebelumnya, penyidik sudah menetapkan wanita AM sebagai tersangka lantaran diduga memprovokasi warga untuk mengepung korban.

"Kemungkinan masih ada pelaku lain, kita masih lakukan pengejaran," ujar Nasriadi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya