Tahun 2015, Sampah Plastik di Laut Lebih Banyak Dibanding Ikan

Dame Ellen MacArthur memperingatkan bahwa akan tiba masanya saat sampah plastik yang kini berada di lautan lebih banyak daripada ikan.

oleh Yulia Lisnawati diperbarui 21 Jan 2016, 09:00 WIB
dok: Corbis.com

Citizen6 - Sebagai seorang pelaut, Dame Ellen MacArthur telah berhasil memecahkan rekor berlayar di lautan mengelilingi dunia seorang diri dengan catatan waktu tercepat di dunia pada 2005. Perempuan ini telah melihat hampir semua lautan di dunia lebih dari orang lain yang ada di bumi.

 

Saat ini dia memperingatkan seluruh umat manusia bahwa akan tiba masanya saat sampah plastik yang kini berada di lautan lebih banyak daripada ikan. Ia memprediksi masa itu akan datang pada tahun 2050, kecuali pihak-pihak terkait melakukan tindakan pembersihan dan manusia di bumi mulai sadar akan pentingnya tidak membuang sampah sembarangan.

Dilansir theguardian.com, Kamis (21/01/2016), menurut laporan Ellen MacArthur Foundation, yang baru diluncurkan di Forum Ekonomi Dunia pada Selasa lalu ini pembuatan plastik akan mengkonsumsi 20% dari seluruh produksi minyak di bumi dalam 35 tahun, naik 5% dari yang sudah diperkirakan pada saat ini. Produksi plastik telah meningkat sepuluh kali lipat sejak 1964, mencapai 311M ton pada 2014. Hal ini akan bertambah dua kali lipat lagi dalam 20 tahun ke depan dan hampir empat kali lipat pada 2050.

Dame Ellen MacArthur/ dok: Theguardian.com

Hanya 5% dari sampah plastik yang dapat didaur ulang secara efektif, sementara 40% berakhir di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan lainnya berakhir di ekosistem yang rapuh seperti lautan yang ada di dunia. Laporan itu mengatakan, "setidaknya sampah dari plastik terbuang ke laut yang jumlahnya setara dengan membuang isi satu truk sampah ke laut setiap menit.

Jika tidak ada tindakan yang dilakukan, sampah-sampah yang ada di lautan akan meningkat menjadi dua kali lipat per menit pada 2030 dan empat kali lipat per menit pada 2050 dan hal itu akan membuat jumlah sampah pada akhirnya akan lebih banyak dibanding jumlah ikan yang ada di lautan di seluruh dunia."

Sebuah kantong plastik yang dibuang sembarangan di laut dapat mencemari laut, terutama di perairan yang lebih hangat. Namun proses pelepasan bahan kimia beracun yang dapat dicerna oleh ikan, pada akhirnya akan masuk ke dalam rantai makanan dan sampai kepada sistem pencernaan manusia.

Dr Martin R Stuchtey dari McKinsey Pusat Bisnis dan Lingkungan, yang membantu menghasilkan laporan tersebut mengatakan, “Plastik adalah bahan yang sangat keras hasil dari ekonomi modern, dengan sifat tak terkalahkan dan berbahaya bagi lingkungan hidup.”

(soy/ul)

 

Penulis:

Soyid Prabowo

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya