Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah ledakan dan baku tembak terjadi di Kompleks Sarinah, Jakarta Pusat. Kejadian ini melukai sejumlah orang dan menewaskan 3 orang.
Ketua DPR Ade Komaruddin atau Akom menyampaikan duka yang mendalam bagi para korban. Menurut dia, serangan teror di Jakarta merupakan musibah besar bagi bangsa.
"Kami merasakan duka yang mendalam dan rasa belasungkawa pada keluarga korban dari tindakan yang tidak beradab itu," kata Ketua DPR Ade Komarudin di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (14/1/2016).
Pria yang akrab disapa Akom ini meminta seluruh aparat kepolisian, TNI, dan BIN agar dapat mengungkap siapa pelaku bom ini serta meyakinkan publik jika kejadian ini tidak akan terjadi lagi.
Baca Juga
- Identitas 9 Korban Teror Sarinah yang Dirawat di RSPAD
- 1 Polantas Korban Teror Sarinah Dirawat di RSCM
- 3 Peneror Sarinah Ditembak Mati, 4 Lainnya Ditangkap
Advertisement
"Kami minta aparat Polri, TNI, dan BIN untuk segera memburu pelaku sampai tertangkap. Dan berikan keyakinan pada publik bahwa ini tak akan terjadi lagi. Saya imbau mereka melakukan langkah-langkah cepat," ujar Akom.
Dia meminta seluruh rakyat Indonesia agar tetap tenang. DPR juga akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar keamanan dapat kembali terjaga
"Kami minta untuk seluruh masyarakat Indonesia agar tetap tenang dan kami akan koordinasi dengan beberapa pihak agar memastikan keamanan dapat segera terkendali," kata Akom.
Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi I dan Komisi III terkait mitra-mitra mereka. Pertemuan rencananya digelar petang ini.
"Saya juga dengar tadi malam Fadli Zon berkomunikasi dengan Sutiyoso selaku Ketua BIN, tapi tak ada pembicaraan atau tanda-tanda soal kejadian ini. Makanya menyedihkan ketika ini terjadi," pungkas Akom.
Kejadian tersebut membuat suasana DPR berbeda. Banyak Pamdal melakukan penjagaan serta polisi yang terlihat mondar-mandir di sekitar Gedung DPR. Pengamanan diperketat dengan adanya anjing pelacak yang ditempatkan di beberapa titik.