Liputan6.com, Solo - 2 Mahasiswi Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, diduga hilang bergabung dengan organisasi Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).
Mahasiswi bernama Silvi Nurfitriani dan Finda Amalia Ma'ruf itu tidak pernah terlihat batang hidungnya di kampus sejak Desember 2015 lalu.
Wakil Dekan Fakultas Teknik UNS Eko Pujiyanto mengatakan, 2 mahasiswi itu tidak pernah mengikuti kegiatan perkuliahan sejak Desember 2015. Hilangnya mahasiswi ini berdasarkan laporan keluarga Silvi ke pihak kampus pada Desember lalu.
"Sejak 6 Desember 2015, pihak keluarga Silvi melaporkan ke fakultas kalau anaknya tidak bisa dihubungi melalui telepon," kata dia di Kampus UNS Solo, Selasa (12/01/2016).
Baca Juga
- Ibu dan 2 Anak di Garut Hilang, Diduga Gabung Gafatar
- Tjahjo Kumolo: Pegawai Kemendagri Juga Ada Korban Gafatar
- Kosong dan Terkunci, Izin Kantor Gafatar untuk Toko Kelontong
Advertisement
Setelah melapor kepada pihak fakultas, lanjut Eko, keluarga kemudian melaporkan perihal hilangnya Silvi ke Polres Karanganyar. Sebab di Solo, organisasi Gafatar telah dilarang, sedangkan di daerah Karanganyar gerakan tersebut masih diperbolehkan aktif.
"Keluarga melaporkan kejadian itu ke Polres Karanganyar karena Gafatar di wilayah itu masih aktif hingga saat ini," kata dia.
Terkait dugaan Silvi hilang karena bergabung Gafatar, Eko menjelaskan, mahasiswa asal Banjarnegara itu awalnya diajak bergabung Gafatar oleh Finda yang lebih dahulu bergabung.
"Kalau berdasarkan keterangan dari pengakuan keterangan orangtua Silvi, jika Finda itu merupakan pengurus Gafatar di daerah Wonogiri. Finda masih aktif sebagai pengurus hingga saat ini," pungaks Eko.