Jose Mourinho Vs Pep Guardiola: Siapa Terbaik?

Jose Mourinho menganggur setelah dipecat Chelsea. Sementara Pep Guardiola meninggalkan Bayern Muenchen usai kontraknya berakhir.

oleh Antonius HermantoDiterbitkan 12 Januari 2016, 07:56 WIB
Pose pelatih Real Madrid Jose Mourinho (kiri) dan pelatih Barcelona Pep Guardiola. Kedua tim akan saling berhadapan empat kali dalam sebulan ke muka, dimulai 16 April 2011 dalam lanjutan La Liga. AFP PHOTO/DOMINIQUE FAGET-LLUIS GENE

Liputan6.com, Jakarta - Keputusan Pep Guardiola meninggalkan Bayern Muenchen di akhir musim 2015/2016 menjadi pukulan berat bagi klub berjuluk The Bavarians itu. Bagaimana tidak, sejak kedatangannya musim 2013 lalu, Guardiola sudah banyak memenangkan trofi bersama Muenchen.

Namun keputusan pria asal Spanyol itu bisa jadi angin segar bagi klub-klub lain untuk segera berebut tanda tangannya. Torehan prestasi gemilang bersama Barcelona dan Muenchen cukup membuat Guardiola dikenal sebagai pelatih yang ditakuti di
sepak bola Eropa bahkan dunia.

Baca Juga

  • Intip 4 Pembalap Pesaing Rio Haryanto di Manor F1
  • Stoner Beberkan Rencana di MotoGP Musim Ini
  • 5 Rekor Ronaldo yang Sulit Dipecahkan Dalam Waktu Dekat

Liga Premier Inggris dapat menjadi tempat berlabuh eks pemain Barcelona tersebut. Pasalnya Guardiola sudah menyatakan ketertarikannya untuk menukangi klub Inggris.

Klub-klub Inggris yang 'tergoda' pun langsung meresponsnya. Bahkan Manchester City menjadi yang terdepan untuk mendapatkan jasanya.

Akan tetapi perlu diingat, bukan hanya Guardiola pelatih yang 'nganggur' pada musim 2016 nanti. Masih ada nama Jose Mourinho yang baru saja dipecat Chelsea pada akhir 2015 lalu.

Ya, Mourinho merupakan salah satu pelatih dengan segudang prestasi sejak membawa FC Porto menjuarai Liga Champions 2004 lalu. Kesuksesannya juga mengikutinya ke Chelsea, Inter Milan, dan Real Madrid.

Meski demikian, dua pelatih yang dapat dikatakan menjadi yang terbaik di Eropa itu punya kekurangan dan kelebihan masing-
masing. Apa sajakah itu?


Mourinho

Jose Mourinho, pelatih asal Portugal ini yang termasuk pelatih yang dua kali menangani klub yang sama, yaitu Chlesea pada tahun 2004-2007 dan 2013-2015. (EPA/Andy Rain)

1. Jose Mourinho

- Mental juara

Jose Mourinho dikenal sebagai pelatih yang tidak takut pada lawan-lawannya. Terbukti Mourinho sukses mematahkan dominasi klub-klub dimanapun ia melatih.

Sejak Arsenal memenangkan gelar Liga Inggris dengan status 'tak terkalahkan' pada 2003/2004, Mourinho datang ke Chelsea musim 2004/2005. Benar saja, pria asal Portugal itu berhasil memenangkan gelar Liga Premier dan Piala Liga di musim pertamanya.

Bahkan di musim 2005/2006, Chelsea kembali mendapatkan gelar Liga Premier di bawah asuhan Mou. Musim berikutnya Piala FA dan Piala Liga kembali didapat The Blues.

Lanjut Baca:

>Sama seperti memenangkan gelar Liga Champions bersama Inter Milan pada musim 2009/2010. Saat itu Mourinho berhasil menumbangkan tim yang kala itu mendominasi, Barcelona, di semifinal sebelum menumbangkan Bayern Muenchen di final.Pada musim itu, Inter oun memenangkan treble winners di bawah asuhan Mourinho.Saat melatih Real Madrid musim 2010 hingga 2013, Mourinho kembali mematahkan dominasi Barcelona. Musim 2011, Los Blancos sukses merengkuh gelar Liga Spanyol, trofi yang diraih Barcelona musim sebelumnya.- Sifat membelaJose Mourinho tidak segan-segan membela anak asuhnya jika mendapat serangan atau cibiran dari publik. Bahkan Mourinho  dengan lantang akan balas mencibir pihak yang merugikan timnya.Selain itu Mourinho juga dikenal sebagai pelatih yang 'besar mulut'. Ya, perseteruannya dengan berbagai pihak membuatnya banyak mendapat sanksi dari federasi terkait.- Gaya bermainBeberapa klub lawan tentu akan 'gerah' jika melawan klub asuhan Jose Mourinho. Ya, tentu Anda tidak asing dengan istilah 'parkir bus'.Mourinho sering menerapkan strategi tersebut di saat timnya sulit membobol gawang lawannya. Akan tetapi hasilnya jelas menguntungkan tim Mourinho yang mengandalkan serangan balik.Salah satu buktinya adalah saat Inter Milan menghadapi Barcelona di semifinal Liga Champions 2009/2010. Pada leg pertama, Inter yang mengandalkan serangan balik berhasil menekuk Barca 3-1 di Giuseppe Meazza. Magis 'parkir bus' kembali diterapkan pada leg kedua. Hasilnya, Barca hanya mampu mencetak satu gol lewat Gerard Pique. Hasil itu membuat Inter berhak lolos karena masih unggul agregat 3-2.- TransferJose Mourinho bukanlah pelatih yang dikenal sukses di bursa transfer. Ia kerap melakukan blunder pada bursa transfer.Mungkin Anda masih ingat dengan kedatangan Andriy Shevchenko ke Chelsea. Dengan harga 30,8 juta pounds pada 2006 menjadikannya harga yang termahal di Inggris.Namun Shevchenko yang tampil garang bersama AC Milan gagal bersinar di Chelsea.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya