4 BUMN Tambang Bersinergi Bakal Tak Ganggu APBN

Penyatuan BUMN tambang akan menciptakan kemandiran keuangan.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 08 Jan 2016, 15:36 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno mendengarkan penjelasan maket dari Dirut PT Garuda Indonesia Tbk, Arif Wibowo saat peresmian hanggar keempat milik Garuda Indonesia di area Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (28/9). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara ‎(BUMN) Rini Soemarno berharap dengan terbentuknya sinergi perusahaan tambang BUMN akan memperkuat keuangan, sehingga tidak lagi mengganggu Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Rini mengatakan, penyatuan BUMN tambang akan menciptakan kemandirian keuangan, dalam menjalankan pengembangan bisnisnya, sehingga tidak bergantung pada APBN.

"Dalam arti kalau mau ekspansi mau kembangkan usaha kita tidak ganggu APBN," kata Rini, di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (8/1/2016).

Rini mengungkapkan, salah satu sumber pendanan yang bisa diandalkan adalah pinjaman, dengan bersatunya empat perusahaan tambang  yaitu, PT Aneka Tambang (Persero), PT Bukit Asam (Persero), PT Timah (Persero) dan PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero). Pinjaman diharapkan memperluat sumber pendanaan.

"Kalau bisa hanya masuk ke pasar atau pinjaman sehingga makin kuat," tutur Rini.

Rini menuturkan, komite tersebut ke depan akan dibuat konsolidasi yang mengarah pada usaha gabungan (holding). Namun,saat ini masih dalam kajian komite.

"Apakah bentuknya sendiri sendiri namun ada joint venture yang kerja sama antara 4 BUMN seperti Inalum dan Antam karena Inalum ikut proses bauksit dan lainnya," ujar Rini. (Pew/Ahm)

 

**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini

**Ingin berdiskusi tentang topik-topik menarik lainnya, yuk berbagi di Forum Liputan6
 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya