Teroris Nomor Wahid itu Berulang Tahun

Pria paling dicari polisi Indonesia, Noordin M Top, hari ini berulang tahun. Bila Noordin bisa dipastikan belum tewas, tepat di hari ini ia berulang tahun yang ke-41. Hampir separuh hidupnya, dihabiskan dalam pelarian. Dikejar-kejar polisi Malaysia, Indonesia, dan polisi Internasional sebagai buronan teroris.

oleh Liputan6Diterbitkan 11 Agustus 2009, 14:14 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Bila Noordin Muhammad Top bisa dipastikan belum tewas, maka tepat di hari ini warga asal Malaysia itu merayakan ulang tahunnya yang ke-41.

Kisah perjalanan hidupnya penuh misteri. Kiprah Noordin sebagai anggota jaringan teroris sudah dicurigai Pemerintah Malaysia jauh-jauh hari. Sekolah Lukmanul Hakim, tempat Noordin belajar dan mengajar bersama sang perakit bom Doktor Azahari pun dibekukan. Noordin kemudian ikut kabur ke Indonesia saat semua pentolan Jamaah Islamiyah (JI) diburu Pemerintah Malaysia.

Di Indonesia, Noordin akhirnya melepaskan diri dari Jamaah Islamiyah dan membentuk Tanzim Qaidatul Jihad yang merujuk pada kelompok teroris Al Qaeda pimpinan Osama bin Laden. Noordin menamakan kelompok binaannya sebagai Thaifah Muqotilah, atau Pasukan Tempur.

Ketika itu tahun 2005, Azahari tewas ditembak pasukan khusus Polri di Batu, Malang. Namun, peristiwa itu tidak membuat aktivitas jaringan Noordin surut. Tujuh tahun malang melintang menabur teror di Indonesia, dan ia selalu berhasil lolos dari sergapan polisi. Pria akuntan ini pun jadi buronan nomor satu di Indonesia. Meski Noordin bukanlah pucuk pimpinan dalam jaringannya waktu itu, namun tugasnya sebagai orang penting yakni perekrut Fi'ah atau sel yang nantinya menjadi "pengantin" atau eksekutor bom, tak bisa dianggap remeh. Kini pria Malaysia yang telah menikahi tiga perempuan Indonesia itu sudah memproklamirkan dirinya sebagai pimpinan tertinggi jaringan Al Qaeda Asia Tenggara.(ZAQ/VIN)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya