KALEIDOSKOP 2015: 10 Film Hollywood Terbaik

Berikut 10 film Hollywood terbaik tahun 2015 pilihan wartawan kami. Apa saja?

oleh Ade IrwansyahDiterbitkan 28 Desember 2015, 19:40 WIB
Trailer film animasi terbaru Pixar berjudul Inside Out, baru saja merilis trailer baru dengan konsep yang sangat unik. Seperti apa?

Liputan6.com, Jakarta - Meski Indonesia tak seketat Tiongkok menyangkut pembatasan peredaran film Hollywood, toh faktanya tak semua film dari negeri Paman Sam rilis di sini. Tahun 2015 ini, misalnya, kita tak kebagian rilis film Fifty Shades of Grey pada Februari kemarin. Yang ingin nonton ke bioskop harus ke negeri tetangga Singapura.

Khusus Fifty Shades of Grey alasannya sensor. Film itu terlalu vulgar adegan seksnya hingga tak dapat lolos sensor LSF. Di luar urusan sensor, kebanyakan film Hollywood tak rilis di negeri kita karena faktor komersil. Distributornya kurang percaya diri mengedarkan film-film yang kiranya tak bakal laku di bioskop kita.

Baca Juga

  • Cerita Nonton `Fifty Shades of Grey` di Singapura
  • EKSKLUSIF Wawancara Sutradara Inside Out, Pete Docter
  • Tentang Pemetik Gitar di Mad Max: Fury Road, Siapa Dia?

Pangkal soalnya adalah asumsi kalau masyarakat kita kebanyakan tak suka film yang berat, yang membutuhkan pemikiran mendalam saat ditonton. Padahal apa mau dikata, jenis film itu yang justru terbaik. Khusus pengujung tahun di Hollywood banyak rilis film-film kelas festival yang diramal bakal mendominasi musim festival film di awal tahun hingga perhelatan Oscar.

Film-film pengujung tahun tersebut biasanya masuk daftar deretan film terbaik media-media AS. Nah, media di sini tak punya keleluasaan macam begitu. Lalu, bagaimana kami menentukan film Hollywood terbaik tahun ini?

Ukuran yang kami gunakan yakni film Hollywood yang tayang di bioskop kita sepanjang tahun ini. Kami tak memasukkan film-film yang belum atau tidak tayang di bioskop. Jadi, inilah dia.


10 & 9

Mark Rylance dan Tom Hanks di film Bridge of Spies. (dok. 20th Century Fox)

10. Bridge of Spies

Sungguh menyenangkan melihat dua tokoh kawakan Hollywood berkolaborasi kembali. Saat Tom Hanks dan Steven Spielberg kerja bareng, kita seolah dapat jaminan, yang mereka suguhkan bukan karya sembarangan. Hanks dan Spielberg punya ketertarikan yang sama: kecintaan pada sejarah Amerika kontemporer. Bagi mereka, membuat film bukan sekadar lagi menghibur penonton atau meraup pendapatan di box office. Pun bukan lagi meraih kejayaan di ajang penghargaan film. Box office dan penghargaan film bagi mereka hanya bonus.

Lanjut Baca:

Kali ini, pelajaran sejarah dari Hanks dan Spielberg tentang masa Perang Dingin di tahun 1950-an dan 1960-an. Hanks menjadi pengacara yang membela pria yang dituduh jadi mata-mata Uni Soviet. Kemudian ia juga dapat tugas bernegosiasi dengan Soviet dan Jerman Timur membebaskan warga AS yang ditawan. Keunggulan film tak semata pelajaran sejarah lewat film yang ditorehkan dua tokoh kawakan Hollywood tersebut. Melainkan pula, lewat film ini, keduanya berhasil menanamkan nilai-nilai patriotisme Amerika di ranah budaya populer. Dengan fasih sekaligus jenaka, kita sekali lagi melihat bagaimana Hollywood dengan teramat baik menjual nilai-nilai Amerika lewat film bikinan mereka. Bridge of Spies karya propaganda yang teramat menghibur.   9. Krampus Plot Krampus mirip Home Alone (1990) yang dibintangi Macaulay Culkin ketika kecil. Di tengah suasana Natal, kita melihat seorang tokohnya yang masih kecil membuat permintaan agar orang-orang menghilang. Permintaan yang mengingkari semangat Natal ini kemudian diamini Krampus, kekuatan jahat yang mengabulkan doa mereka yang benci Natal. Dari sini, cerita horor film ini bermula. Sebuah keluarga diteror Krampus dan kawanannya. Krampus dibuat dengan semangat meramu film Natal dengan nuansa horor. Hasilnya, karya Michael Dougherty adalah sebuah tontonan yang asyik, baik sebagai sebuah film Natal maupun film horor. Sensasi yang didapat saat menontonnya mengingatkan kita dengan keasyikan saat nonton Cabin in The Woods (2012).

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya