Liputan6.com, Jakarta - Dangdut Academy Asia telah memasuki babak akhir. Setelah 1,5 bulan menjalani kompetisi ketat, 3 kontestan telah terpilih menjadi 3 terbaik yang layak masuk Grand Final. Dua wakil Indonesia akan bertarung dengan satu wakil dari Malaysia.
Lesti dan Danang, serta Shiha Zikir mampu mengalahkan para pesaingnya sejak masing-masing berada di Group awal, Top 20. Ketiganya kerap memuncaki klasemen berkat penampilan spektakuler hingga akhirnya nanti bertemu di pertarungan klimaks kompetisi. Siapa yang akan jadi juara?
Baca Juga
- Danang Cetak Rekor!
- Danang Dapat Julukan Super Jenius
- Danang D'Academy Tak Percaya Namanya Terkenal di Malaysia
Advertisement
Sebelum itu, kami telah merangkum kiprah ketiganya dalam review singkat. Berikut kami turunkan tulisan singkat tentang keunggulan, potensi dan prediksi finalis kedua, yaitu Danang di Grand Final yang akan dimulai Senin (28/12/2015) malam ini.
Danang
Banyak yang mengatakan kekalahan Danang di final Dangdut Academy season 2 hanya soal ketidak-beruntungan saja. Saat itu, Evi Masamba berhasil menjuarai kompetisi setelah unggul diperolehan SMS yang cukup tipis. Sejatinya, kalau boleh jujur, kualitas vokal Danang berada di atas Evi.
Danang, kontestan asal Banyuwangi kelahiran 23 April 1991 ini memiliki suara bening, halus dengan vibra tak berlebihan. Lulusan Institut Pertanian Bogor dan peraih gelar S1 Ilmu Komunikasi UNS ini bahkan sudah kenyang pengalaman berkompetisi di berbagai macam kontes, baik tingkat sekolah, kampus, hingga tingkat nasional.
Di Dangdut Academy Asia, Danang Pradana Dieva, begitu nama lengkapnya, sudah menarik perhatian sejak tampil dari babak Top 20. Sama seperti Lesti, Danang selalu menjadi juara grup. Ketika Top 6 dan Top 5, ia bahkan dua kali mempecundangi Lesti, yang selalu dijagokan, dengan memimpin klasemen akhir.
Meski kerap jadi yang terbaik dan selalu mendapat pujian dan komentar positif dari komentator dan juri, Danang justru sering memperoleh bully-an di sosial media. Ia dianggap terlalu sering mendapat komentar berlebihan, terutama dari Soimah. Tapi, mental bajanya yang besar membuat Danang selalu jadi kontestan paling kompetitif selama ajang ini berlangsung.