OPEC Nilai Mobil Bertenaga Alternatif Sulit Berkembang

OPEC memprediksi bahwa 94 persen mobil masih akan didukung oleh bahan bakar berbasis minyak hingga 2040.

oleh Rio ApininoDiterbitkan 27 Desember 2015, 18:04 WIB
OPEC memprediksi bahwa 94 persen mobil masih akan didukung oleh bahan bakar berbasis minyak hingga 2040.

Liputan6.com, Wina - OPEC memprediksi bahwa 94 persen mobil masih akan didukung oleh bahan bakar berbasis minyak hingga 2040. Ini membantah prediksi banyak orang yang menganggap mobil listrik akan digunakan massal lebih cepat.

Kelompok pengendali harga minyak dunia ini bahkan memprediksi dalam skala global, pada 2040 mobil listrik hanya akan meraup pangsa pasar tidak lebih dari satu persen.

Baca Juga

  • 2050, Mobil Bensin dan Diesel Tak Lagi Dijual
  • Mobil Bensin dan Diesel Umurnya 35 Tahun Lagi, Karena Jumlah BBM?
  • Mana Lebih Hemat, Mobil Bensin atau BBG?

"Tanpa terobosan teknologi, kendaraan listrik tidak akan mendapatkan pangsa pasar yang signifikan di masa mendatang," ujar OPEC, dalam World Oil Outlook, dikutip dari CNN, Minggu (27/12/2015).

Mereka menambahkan, selain tenaga listrik, permintaan terhadap kendaraan berbahan bakar alternatif lain seperti gas alam pun akan kecil. Alasan mereka tidak lain bahwa bahan bakar itu membutuhkan biaya besar dan kurangnya infrastruktur pendukung.

Pun demikian dengan mobil hybrid (mobil dengan tenaga campuran antara bensin dan motor listrik) Menurut OPEC, secara global mobil hybrid hanya akan menguasai 14 persen pangsa pasar pada 2040.

Namun, laporan ini juga memprediksi mobil penumpang bertenaga bensin akan semakin efisien. Karenanya, mereka percaya dalam 25 tahun ke depan mobil seperti ini jumlahnya akan mencapai dua kali lipat.

Laporan ini disambut sinis oleh beberapa pihak. Laman CNN menyebut, prediksi OPEC ini tidak mengherankan karena ketergantungan mereka kepada industri minyak. Untuk diketahui, saat ini 40 persen minyak global digunakan untuk kebutuhan kendaraan.

"Jadi tidak mengherankan bahwa mereka tidak bersorak terhadap kemajuan mobil berenergi alternatif," tulis CNN.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya