Kisah Jamie Vardy: Mantan Buruh Pabrik Menembus Timnas Inggris

Vardy cuma bermodal nekat meretas karier di lapangan hijau. Bahkan, dia sempat menjadi tahanan rumah.

oleh Rejdo PrahanandaDiterbitkan 21 Desember 2015, 12:19 WIB
Jamie Vardy

Liputan6.com, Leicester - Jamie Vardy menjelma menjadi bintang baru di Premier League musim ini. Pemain milik Leicester City ini menyihir publik melalui aksi ketajamannya di mulut gawang, bahkan kemampuannya mencetak gol melebihi striker-stiker papan atas di Inggris melebihi Wayne Rooney, Sergio Aguero atau Diego Costa.

Vardy kini memimpin dalam daftar topscorer Premier League mengemas 15 gol. Pemain 28 tahun itu naik daun. Vardy tidak pernah membayangkan bisa setenar sekarang. Vardy cuma bermodal nekat meretas karier di lapangan hijau. Bukan seperti Rooney atau Aguero yang sudah kelihatan bakal menjadi pemain top, Vardy memulai kiprah di sepakbola dengan lambat

Tanda-tanda Vardy bakal menjadi pemain tenar tidak terlihat sama sekali. Ketika berusia 16 tahun, Vardy bahkan ditendang tim Akademi Sheffield Wednesday. Kemudian, Vardy pindah ke tim amatir Stocksbridge Park Steels pada 2007.

Baca Juga

  • Messi: Barcelona Terbaik di Dunia
  • Irving Kembali, Cavs Lumat Sixers
  • Madrid Mengubah Ejekan Fans Menjadi Semangat

Kariernya cukup moncer bersama Park Steels yang bermain di Divisi Satu Selatan. Pemain 28 tahun ini mampu mencetak 66 gol dalam 106 penampilan. Namun karena pendapatan yang tidak mencukupi, di sela-sela waktu bermain, Vardy bekerja sampingan.

Vardy hanya mendapatkan bayaran sebesar 30 poundsterling atau Rp 600 ribu per pertandingan. Karena itu, terpaksa dia harus "nyambi" menjadi buruh pabrik alat-alat penyangga patah tulang untuk menyambung hidup.

"Siang hari saya bekerja berjam-jam kemudian bermain sepakbola pada malam hari. Saya teknisi serat karbon. Memasukkan fiber ke dalam cetakan," kata Vardy membuka kisah perjalanan hidupnya sebagaimana dilansir dari The Mirror.

Lanjut Baca:

>  Dari pekerjaan tersebut, Vardy mengaku bermasalah pada tulang punggung karena terlalu sering mengangkat beban. "Saya harus mengangkat sesuatu ke dalam tungku panas ratusan kali. Namun hal ini tidak membuat saya kehilangan waktu bermain sepak bola." Demi bisa bermain, Vardy terkadang berbohong ke atasan. Dia berpura-pura cedera ketika bermain. "Sehingga saya tidak perlu bekerja."  Tidak kuat membagi waktu, Vardy meninggalkan pekerjaan kasar itu dan mulai menata masa depan di lapangan hijau. Vardy pindah ke Halifax. Namun penampilannya tidak optimal karena punggungnya kerap bermasalah akibat aktivitasnya sebagai buruh kasar sebelumnya. Dia pun harus hidup pas-pasan. "Lalu kontrak saya diputus. Beruntung, tiga hari kemudian saya meneken kontrak untuk Fletwood; full-time." 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya