Liputan6.com, Bogor - Wanita paruh baya berkerudung hitam itu hanya bisa menahan tangis di hadapan kamera. Dia bercerita tentang kondisi kesehatan sang suami, yang tengah berjuang melawan kanker tulang.
"Untuk obat saja habis Rp 350 juta," kata Winarni dengan nada terisak.
Di sebelahnya duduk pendamping hidup, Sofyan Hadi. Tangannya memegang erat tongkat kayu. Tatapannya kuyu. Jenggot putihnya dibiarkan memanjang, tapi tetap terawat. Tubuh kurusnya menandakan, dia sedang sakit.
Jumat (11/12/2015) sore hari, rumahnya di cluster Ciomas Grande, Bogor mendadak ramai oleh media dan orang-orang beratribut oranye. Mereka berkumpul di depan rumah bercat hijau itu untuk menjenguk saksi hidup serta pelaku sejarah perjalanan Persija di pentas sepak bola nasional.
Baca Juga
- Persipura Siapkan Pengganti Boaz
- Peserta 8 Besar Piala Jenderal Sudirman Tuntut Kompetisi Resmi
- Arema Cronus Vs Persipura: Adu Strategi Jitu
Advertisement
Sofyan Hadi pemain dan pelatih tersukses yang pernah menjadi bagian dari Persija Jakarta. Di usia yang menginjak 64 tahun, Sofyan Hadi harus bergulat dengan kanker tulang. Penyakit yang terhitung langka di Indonesia. Gejala Sofyan bakal terserang penyakit ganas ini mulai tampak tahun lalu. Namun dokter memvonis menderita kanker tulang pada Mei 2015.
Kesehatannya sempat ambruk. Bahkan, dia sempat tidak bisa bangun dari tempat tidur karena tidak bisa duduk. Sofyan Hadi hanya bisa terbaring di lemah di Rumah Sakit Mayapada, Cinere.
Si Janggut Naga--begitu julukan yang disematkan padanya-- harus menjalani serangkaian kemoterapi untuk memulihkan kondisi kesehatannya. Proses tersebut kini telah selesai. Tujuh kali dia menjalani kemoterapi, tapi tidak menunjukkan perubahan berarti.