Liputan6.com, Jakarta: Bank Bali yang disebut-sebut satu di antara sejumlah bank yang akan di-merger ternyata hingga kini belum pernah dihubungi pemerintah atau Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Kendati demikian, manajemen Bank Bali siap melaksanakan merger. Demikian dikemukakan Direktur Utama Bank Bali Dradjat B. Prasetyo, Kamis (15/11).
Dradjat mengingatkan, merger diharapkan tidak mengganggu kinerja bank yang sebenarnya sudah bagus. Bank Bali sendiri, tambah Dradjat, kini semakin baik dengan rasio kecukupan modal (CAR) lebih dari 13 persen. Sementara keuntungan yang telah dicapai hingga November 2001 mencapai Rp 47 miliar jauh di atas target yang ditetapkan semula sebesar Rp 700 juta.(YYT/Indy Rahmawati dan Hendro Wahyudi)
Dradjat mengingatkan, merger diharapkan tidak mengganggu kinerja bank yang sebenarnya sudah bagus. Bank Bali sendiri, tambah Dradjat, kini semakin baik dengan rasio kecukupan modal (CAR) lebih dari 13 persen. Sementara keuntungan yang telah dicapai hingga November 2001 mencapai Rp 47 miliar jauh di atas target yang ditetapkan semula sebesar Rp 700 juta.(YYT/Indy Rahmawati dan Hendro Wahyudi)